Suara.com - Profesionalisme dalam bekerja adalah sikap dan perilaku yang mencerminkan komitmen terhadap standar kualitas tinggi dalam pekerjaan. Ini melibatkan dedikasi, integritas, tanggung jawab, dan keahlian dalam menjalankan tugas.
Orang yang profesional menunjukkan dedikasi, integritas, dan keterampilan dalam melakukan tugasnya. Profesionalisme juga berarti menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber penghidupan.
Beberapa kebiasaan sepele yang seringkali tidak disadari dapat membuat seseorang terlihat kurang profesional di lingkungan kerja, antara lain:
- Tidak Tepat Waktu
Datang terlambat tidak hanya menunjukkan kurangnya profesionalisme, tetapi juga dapat menghambat pekerjaan tim dan mengganggu fokus.
- Tidak Berinisiatif
Anak magang atau karyawan yang hanya mengerjakan tugas yang diberikan tanpa berusaha lebih akan terlihat pasif dan kurang peduli terhadap hasil pekerjaan tim.
- Menggunakan Ponsel Saat Bekerja
Menggunakan ponsel di jam kerja, terutama saat rapat, dapat mengganggu fokus, menurunkan produktivitas, dan memberikan kesan tidak serius.
- Tidak Mendengarkan Arahan dengan Baik
Tidak memperhatikan briefing atau arahan dapat menyebabkan kesalahan karena kurangnya pemahaman instruksi, yang pada akhirnya menunda pekerjaan tim.
- Mengeluh Terlalu Sering
Terlalu banyak mengeluh dapat merusak suasana tim dan menurunkan semangat kerja.
- Menghindari Tugas-Tugas Kecil
Merasa bahwa tugas-tugas kecil tidak penting dapat membuat seseorang terlihat malas dan kurang berkomitmen.
Berita Terkait
-
Protokol Kemendagri Perkuat Sinergi Lintas Kelembagaan untuk Tingkatkan Profesionalisme
-
Kultur Palugada di Dunia Kerja: Bekerja Lintas Bidang, Berkarier Tanpa Arah
-
Fenomena Overeducation Lulusan S1: Potret Ketimpangan Gelar dan Pekerjaan
-
Generasi Muda dan Kemerdekaan Ekonomi: Ketika Lapangan Kerja Jadi Tantangan
-
Pendapatan IHT Turun Rp100 Triliun, 900 Ribu Lapangan Kerja Terancam
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi