Suara.com - Iwan Fals adalah salah satu public figure yang cukup vokal menanggapi masalah politik. Namun cuitannya baru-baru ini soal Presiden ke-7 RI Joko Widodo membuatnya dibanjiri komentar pedas.
Lewat akun X-nya, penyanyi bernama lengkap Virgiawan Liestanto itu mempertanyakan apa kesalahan Jokowi sampai kini viral istilah "Adili Jokowi".
"Adili Jokowi Adili Jokowi... emang Jokowi salahnya apa sih," tulis Iwan saat mengutip editan foto Kaesang Pangarep dengan baju "Adili Jokowi" yang diunggah oleh akun X @/tawfixdua1.
Cuitan Iwan ini langsung direspons oleh warganet, bahkan jumlah komentar dan kutipannya jauh melampaui jumlah yang menyukai postingannya.
Salah satu yang berceletuk penuh sarkasme adalah akun X @/KanekoKeko. "Makin fales aja lu gua liat-liat," tulisnya, seperti dikutip pada Minggu (16/2/2025).
"Fales" atau yang dalam hal ini diduga merujuk pada "fals" adalah sebutan dalam dunia musik, yakni ketika membunyikan nada yang tidak sesuai dengan semestinya.
Istilah "fals" ini diambil dari bahasa Belanda, "vals". Nama ini pula yang dipakai oleh Virgiawan Liestanto sebagai nama panggungnya.
Namun sebenarnya seperti apa asal-usul nama panggung Iwan Fals hingga dipakai oleh Virgiawan Liestanto sejak memulai karier pada tahun 1970-an?
Tak disangka, nama panggung Iwan Fals ternyata didapatkan dari seorang montir di bengkel motor bernama Engkus. "Dia tuh yang ngasih gue nama Fals, dia yang bikin nama gue tuh," ujar Iwan saat berbincang di podcast VINDES.
Baca Juga: Momen Langka: Prabowo Serahkan Keris kepada Jokowi di HUT Gerindra ke-17
Engkus sendiri merupakan seorang mekanik dan pemilik bengkel motor tempat Iwan kerap berbincang dan bernyanyi. Engkus lalu mendorong Iwan untuk mengisi sejumlah hajatan di Bandung.
Sedangkan nama Fals sendiri berasal dari kebiasaan Iwan saat bernyanyi. Bukan karena Iwan tak bisa menembak nada dengan tepat, tetapi karena dirinya suka bernyanyi sambil bercanda.
"Jadi dia yang ngasih gue nama itu, kan dia bengkel motor tuh, jadi suka denger ada acara hajatan gitu. Nah dia ngasih tahu gue, 'Wan di sana ada acara tuh, nanti ikut main'," kata Iwan.
"Nah dia tulisin tuh nama gue buat nyumbang lagu, ditulisinnya 'Iwan Fals'. Nama Fals sendiri itu gue kan sering main nyanyi sambil bercanda, itu dia suka bilang 'Ah fals juga lu'," pungkasnya.
Penyanyi kelahiran Jakarta, 3 September 1961 ini dikenal dengan lagu-lagu yang mencerminkan suasana sosial kehidupan Indonesia, termasuk untuk menyuarakan keresahan atas situasi politik dan mengkritik pemerintahan.
Beberapa lagu tentang politik yang pernah dinyanyikan Iwan Fals antara lain "Bongkar" (1984), "Surat Buat Wakil Rakyat" (1987), dan "Tikus-tikus Kantor" (1993).
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali