Suara.com - Skandal korupsi yang mengguncang Pertamina baru-baru ini telah memicu gelombang kekecewaan yang besar di tengah masyarakat.
Ketidakpuasan terhadap perusahaan milik negara tersebut tidak hanya terlihat dalam diskusi publik, tetapi juga dibuktikan dengan tindakan nyata.
Kini semakin banyak warga yang memilih untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) dari SPBU Shell, pesaing utama Pertamina.
Fenomena ini semakin jelas ketika video-video di TikTok menampilkan antrean panjang di SPBU Shell, yang seolah menjadi simbol protes diam-diam dari masyarakat.
Salah satu video yang dibagikan akun TikTok @yosuasep yang viral memperlihatkan antrean kendaraan di SPBU Shell. Hal tersebut jauh berbeda dari kondisi SPBU tersebut sebelum kasus korupsi Pertamina mencuat ke publik.
Di mana, SPBU perusahaan minyak yang berpusat di Inggris ini biasanya memang terlihat lengang.
"POV warga Konoha tidak bercerita, tiba-tiba pindah ke Kerang," tulis video tersebut seolah merupakan sebuah sindiran kreatif yang menggambarkan bagaimana masyarakat memilih untuk bertindak tanpa banyak bicara.
Video ini pun menjadi sorotan publik hingga mengundang berbagai respon dari netizen di media sosial.
"Shell and Bca : do nothing, but still WIN," kata @kin****.
Baca Juga: Beli Pentol di Pinggir Jalan, Perilaku Selvi Ananda Dibandingkan Dengan Kades Viral
"Pake pertamax isi 25 cuman bisa 2 hari, pake shell super bisa 4 hari, rute sama," tambah @rlu****.
"Shell tinggal bikin iklan, 'sepenuh hati menjaga kualitas terbaik untuk kendaraan anda'," ungkap @hal****.
"Logika aja wkwkwk, shell udah expansi ke negara mana mana, sedangkan pertamina baru disini doang, masih percaya aja ama pemerintah, dimana mana kalau yang ngelola swasta pasti selalu beres," tulis @rah****.
Skandal korupsi di tubuh Pertamina menambah panjang daftar kasus penyalahgunaan wewenang di perusahaan BUMN.
Kasus ini bukan hanya mencoreng reputasi Pertamina, tetapi juga melukai kepercayaan masyarakat karena adanya isu pengoplosan bahan bakar.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Abdul Qohar mengatakan kasus dugaan korupsi ini membuat negara merugi lebih dari Rp193 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
7 Day Cream dengan SPF untuk Ibu Rumah Tangga, Mulai Rp20 Ribuan
-
5 Kombinasi Serum dan Moisturizer yang "Haram" Dipakai Bersamaan, Apa Saja?
-
5 Bedak Tabur Lokal yang Efektif Menyamarkan Pori-Pori Besar
-
5 Spot Treatment untuk Atasi Flek Hitam dan Kerutan, Mulai Rp50 Ribuan
-
5 Sepeda Lipat Listrik untuk Mobilitas Harian, Gesit di Jalanan Kota
-
5 Rekomendasi Bedak Tabur untuk Mengontrol Sebum, Wajah Bebas Kilap Seharian
-
Bye Wajah Kusam, Ini 5 Sunscreen untuk Meratakan Warna Kulit di Indomaret Mulai Rp20 Ribu
-
Heboh! KBBI Definisikan Sawit Sebagai Pohon, Kriterianya Sudah Sesuai?
-
Umur 40 Cocoknya Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 7 Pilihan yang Bikin Awet Muda dan Fresh
-
5 Bedak Tabur untuk Kulit Kering Harga Terjangkau, Semua di Bawah Rp100 Ribu