Suara.com - Nama halte Transjakarta di Petukangan Utara, Jakarta Selatan kini disulap menjadi "Halte Petukangan DMasiv".
Benar, nama halte yang berlokasi di Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan tersebut kini resmi tersemat nama band D'Masiv yang beranggotakan Rian Ekky Pradipta dan rekan-rekannya.
Rian bersama Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Welfizon Yuza menjalani proses seremoni perubahan nama Halte Petukangan Senin (3/3/2025), bertepatan dengan ulang tahun ke-22 D'Masiv.
Perubahan nama tersebut menandakan bahwa D'Masiv sebagai band kini telah memiliki naming rights atau hak penamaan atas halte yang beroperasi di Koridor 13 itu.
Lantas, berapa banyak uang yang harus digelontorkan Rian dan rekan-rekannya agar nama band mereka bisa terpampang di Halte Petukangan?
Berapa Biaya Hak Penamaan Halte Transjakarta?
Pihak PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) kini sedang gencar-gencarnya untuk menjual hak nama bagi beberapa halte yang beroperasi di penjuru Ibu Kota.
Program penjualan hak nama tersebut diberikan pada berbagai pihak swasta untuk bisa menaruh nama kelompok atau perusahaan mereka di salah satu halte.
Setelah membeli hak nama, pihak PT Transjakarta akan memberikan dua opsi. Opsi pertama yakni untuk nama diletakkan di logo jalur yang tertera di halte dan juga melalui voice over atau pengumuman suara.
Baca Juga: Berapa Harga Naming Rights Halte TransJakarta? Nama Band D'Masiv Terpampang di Halte Petukangan
"Ada dua penempatan naming rights di halte, yakni peletakan logo pada sisi kiri dan kanan halte, keuda lewat voice over saat bus TransJakarta melaju dari halte ke halte," papar Direktur Pelayanan dan Pengembangan TransJakarta, Lies Permana dalam wawancara lawas 2023 silam.
Kendati program tersebut digencarkan sejak 2023 silam, tak henti-hentinya pihak swasta memutuskan untuk membeli hak penamaan halte Transjakarta, salah satunya D'Masiv.
Welfizon Yuza selaku Direktur Utama PT Transjakarta sempat berbincang-bincang dengan wartawan, Senin (3/3/2025) terkait penjualan hak penamaan halte kepada Rian dan band rintisannya.
Welfizon mengaku bahwa dengan menggandeng pihak seperti D'Masiv, pihaknya sangat terbantu untuk mengampanyekan penggunaan transportasi publik di tengah masyarakat.
Sayangnya, Welfizon enggan memberi bocoran berapa uang yang dihabiskan D'Masiv untuk membeli hak penamaan halte.
Welfizon menerangkan bahwa segala yang terjadi dalam transaksi pemberian nama tersebut hanya PT Transjakarta dan D'Masiv yang tahu, termasuk biaya hak penamaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jerawat Punggung Muncul karena Apa? Ini 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Daftar Harga Facetology Sunscreen Terbaru 2026, Tawarkan Triple Care
-
Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan
-
Jaga Alam, Jaga Kehidupan: Festival Raksha Loka Dorong Aksi Kolektif Untuk Masa Depan Hijau
-
6 Sunscreen dengan Kandungan Brightening yang Bantu Cerahkan Wajah Mulai Rp30 Ribuan
-
5 Lipstik Tahan Lama hingga 16 Jam, Gampang Didapat di Toko Terdekat
-
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah? Ini Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
-
Apa Penyebab Jerawat di Dagu? Ini 4 Rekomendasi Acne Spot Treatment Terbaik
-
Musik Jadi Cara Baru Kenalkan Konservasi ke Generasi Muda lewat Sunset di Kebun 2026
-
Unik! Maskapai Singapura Gandeng Seniman RI, Bikin Aksesori Travel Terinspirasi Sambal