Lifestyle / Female
Kamis, 13 Maret 2025 | 19:57 WIB
Linda Anggrea alias Linda Anggreaningsih pemilik Buttonscarves. [Instagram/@lindaanggrea]

6. Arsscarf

Arsscarf. [Instagram/@arsscarf_semarang]

Masih berfokus pada scarf, aksesoris, hingga busana siap pakai, Arsscarf yang didirikan pada tahun 2018 ini menyasar pasar wanita dewasa dan paruh baya.

7. Tsabita

Brand Tsabita didirikan pada tahun 2018 dan berfokus pada produk fesyen muslimah di usia awal 20-an. Tsabita juga meluncurkan busana siap pakai sejak tahun 2022.

8. Calla The Label

Dilihat di bio Instagram-nya, Calla The Label berfokus pada produk-produk fesyen dengan warna serta motif yang berani, serta didesain sedemikian rupa sehingga memunculkan kesan ceria.

Pernyataan Resmi Buttonscarves

Beberapa waktu belakangan, brand hijab Buttonscarves disorot usai sang pemilik, Linda Anggrea, diduga adalah anak dari salah satu tersangka kasus korupsi PT Antam.

Gara-gara hal ini, tak sedikit warganet yang kemudian buka suara soal kecurigaan mereka terhadap bisnis fesyen muslim wanita ini.

Baca Juga: Buttonscarves Milik Siapa? Brand Hijab Premium Lokal Jadi Perbincangan Warga X

Beberapa bahkan terang-terangan menduga Linda terlibat dalam kasus korupsi tersebut, dan brand fashion muslim yang ia bangun merupakan hasil dari pencucian uang PT Antam.

Menanggapi rumor tersebut, pihak Buttonscarves pun merilis pernyataan resminya. Berikut selengkapnya, mengutip surat pernyataan yang diterima Suara.com, Jumat (14/2/2025).

"Buttonscarves menyatakan bahwa rumor yang mengaitkan kami dengan sebuah kasus korupsi di salah satu perusahaan milik negara merupakan fitnah yang tidak berdasar.

Buttonscarves sebagai bagian dari Modinity Group dibangun berdasar integritas dan kejujuran. Profesionalitas dan tata kelola yang baik merupakan fondasi perusahaan.

Berat hati kami untuk mengemukakan fakta yang akan meluruskan rumor karena terkait privasi founder kami ibu Linda Anggrea dan keluarganya. Namun, demi seluruh ribuan karyawan Buttonscarves serta BS Lady di seluruh Indonesia yang loyal mendukung kami, kami harus membuka fakta ini dan menjawab fitnah yang beredar.

Sejak usianya 6 tahun, founder kami, Linda Anggrea, dibesarkan oleh seorang single mother yang berusaha sendiri menafkahi anak dari kecil hingga menyelesaikan bangku sekolah. Sejak beliau bekerja sesudah lulus kuliah, beliau menjadi tulang punggung bagi ibunya.

Buttonscarves didirikan pada tahun 2016, berbekal tabungan pribadi ibu Linda sebesar Rp40 juta dari hasil bekerja, dan dengan tekad gigih untuk memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarga, beliau membesarkan Buttonscarves hingga menjadi seperti sekarang.

Ke depan, Buttonscarves akan terus menjalankan perusahaan dengan tata kelola yang baik sebagaimana yang kami pegang teguh selama ini. Kami berharap publik bisa menilai dengan lebih baik dan tidak terpengaruh oleh fitnah dari pihak yang tidak bertanggung jawab."

Pernyataan Resmi Buttonscarves Terkait Rumor yang Menerpa Linda Anggre. (ist)

Demikian isi pernyataan resmi dari Buttonscarves terkait rumor yang beredar.

Load More