Suara.com - Aksi pembongkaran sejumlah tempat wisata yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi rupanya mendapatkan kritik keras dari Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.
Menpar Widiyanti mengatakan jika pembongkaran tempat wisata seharusnya tidak boleh dilakukan secara sepihak, apalagi jika tempat usaha tersebut memiliki legalitas yang sah.
Kritik keras tersebut disampaikan langsung oleh Menpar Widiyanti dalam jumpa pers Bulanan yang dilakukan di Gedung Sapta Pesona.
"Menurut pandangan kami pembongkaran ini tidak boleh sebenarnya dilakukan secara sepihak, terlebih jika legalitas suatu usaha sudah diurus dengan sah. Pembongkaran sepihak bisa menjadi sebuah insiden buruk bagi iklim investasi atau berusaha di Indonesia," ujar Widiyanti.
Widiyanti juga mengungkapkan jika Kementerian Pariwisata merasa prihatin dengan apa yang dillakukan oleh Dedi Mulyadi saat ini.
Disisi lain, Dedi Mulyadi mengatakan jika dirinya tidak akan menghentikan aksinya dalam menertibkan tempat wisata yang berpotensi merusak lingkungan.
Dari aksi saling kritik tersebut, timbul sebuah pertanyaan di benak warganet mengenai berapa banyak kekayaan dari Widiyanti dan Dedi Mulyadi.
Mengingat keduanya, sama-sama merupakan orang yang sudah lama berkecimpung di dunia politk dan cukup lama menjabat di pemerintahan.
Lantas, seperti apa beda kekayaan Menpar Widiyanti dan Dedi Mulyadi?
Baca Juga: Sejarah Muhammadiyah: Masuk Daftar Organisasi Keagamaan Terkaya di Dunia
Kekayaan Menpar Widiyanti
Setiap pejabat negara, wajib melaporkan harta kekayaannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, begitu pula yang sudah dilakukan oleh Menpar Widiyanti.
Sebelum menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Widiyanti diketahui memiliki perusahaan dan menjabat posisi yang strategis.
Pada 2021 hingga 2024 ia menjabat sebagai Komisaris PT Teladan Prima Agro Tbk (TPA), lalu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Yayasan Jantung Indonesia periode 2018-2024.
Ia juga pernah memegang jabatan sebagai Ketua Yayasan Teladan Utama dan Dewan Pengawas Yayasan Kawula Madani.
Menpar Widiyanti telah melaporkan harta kekayaannya. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), ia tercatat memiliki harta kekayaan mencapat Rp5.435.833.014.169 atau Rp5,4 triliun.
Berita Terkait
-
Kekayaan Hery Gunardi di LHKPN: Dirut BSI Jadi Calon Dirut BRI
-
Buka Bersama Keluarga, Gendongan Nikita Willy Bikin Salfok: Harganya Dua Digit?
-
Sejarah Muhammadiyah: Masuk Daftar Organisasi Keagamaan Terkaya di Dunia
-
Disentil Ahmad Dhani Sok Kaya, Ini 8 Sumber Kekayaan Ariel NOAH
-
Deretan Sumber Uang Ariel NOAH, Disindir Sok Kaya oleh Ahmad Dhani
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Promo Pesta Awal Tahun 2026 di Indomaret, Diskon Besar-besaran Hingga 50 Persen
-
7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
-
Apakah Bank Buka Tanggal 2 Januari 2026? Cek Jadwal Operasionalnya
-
15 Prompt AI Tahun Baru 2026 yang Kreatif, Relevan, dan Siap Digunakan
-
Cara Aktivasi Akun Coretax, Masih Boleh Dilakukan di 2026? Begini Ketentuan Resmi DJP
-
4 Zodiak yang Diramal Bakal Hoki Sepanjang Bulan Januari 2026, Kamu Salah Satunya?
-
6 Shio Paling Beruntung Hari Ini 1 Januari 2026, Hoki di Awal Tahun Kuda Api!
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Selevel Docmart: Harga Lebih Bersahabat, Kualitas Tak Kalah
-
3 Zodiak Paling Beruntung Sepanjang 2026, Karier dan Cinta Dalam Genggaman
-
Hidup Makin Digital, Layanan Antar Barang Ikut Berubah Lebih Personal