Suara.com - Aturan mengenai donor ASI di Indonesia menjadi topik yang menarik untuk dibahas, terutama dengan kebiasaan artis Jessica Iskandar mendonorkan ASI-nya. Aktris yang akrab disapa Jedar itu kembali mendonorkan ASI setelah melahirkan anak ketiganya, Hagia yang diungkap lewat video TikTok baru-baru ini.
Diketahui kegiatan donor ASI ini pun telah dilakukan Jedar sejak kelahiran anak pertamanya, El Barack Alexander. Lantas bagaimana sebenarnya aturan donor ASI di Indonesia? Simak penjelasan berikut ini.
Aturan Donor ASI
Dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), donor ASI bisa menjadi alternatif untuk mendukung pemberian ASI Eksklusif, asalkan dilakukan dengan hati-hati agar memberikan manfaat dan tidak menimbulkan masalah. Hal ini karena ada beberapa penyakit yang bisa menular melalui ASI.
Sistem donor ASI memerlukan dukungan berupa informasi, konseling, dan keterampilan praktis. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ibu sebelum mendonorkan ASI-nya. Ibu yang ingin mendonorkan ASI harus melalui beberapa tahap pemeriksaan (penyaringan atau seleksi), yaitu:
Penapisan I
1. Memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan
2. Sehat dan tidak mempunyai kontra indikasi menyusui
3. Produksi ASI-nya sudah mencukupi kebutuhan bayinya sendiri, dan ibu memutuskan untuk mendonorkan ASI-nya karena produksi ASI-nya berlebih.
4. Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan dalam 12 bulan terakhir
5. Tidak mengonsumsi obat, termasuk insulin, hormon tiroid, dan produk yang bisa mempengaruhi bayi. Obat/suplemen herbal harus dinilai kompatibilitasnya terhadap ASI
6. Tidak memiliki riwayat penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2.
7. Tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko tinggi terinfeksi penyakit, seperti HIV, HTLV2, hepatitis B/C (termasuk penderita hemofilia yang rutin menerima komponen darah), tidak menggunakan obat-obatan terlarang, tidak merokok, atau mengonsumsi alkohol.
Penapisan II
1. Calon pendonor harus menjalani pemeriksaan yang meliputi tes HIV, human T-lymphotropic virus (HTLV), sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan CMV (jika ASI akan diberikan kepada bayi prematur).
2. Jika ada keraguan mengenai kondisi pendonor, pemeriksaan dapat diulangi setiap 3 bulan.
3. Setelah melalui tahap pemeriksaan, ASI harus dipastikan bebas dari virus atau bakteri melalui proses pasteurisasi atau pemanasan.
Jessica Iskandar Hobi Donor ASI
Dalam video yang dibagikan di akun TikTok @inijedar, Jessica Iskandar kembali memberikan donor ASI setelah melahirkan anak ketiganya, Hagia, pada 2 Desember 2024 lalu. Jedar dan suaminya, Vincent Verhaag, hendak menemui penerima donor ASI di Bali.
Baca Juga: Jessica Iskandar Hobi Donor ASI, Siapa Saja Penerimanya?
Jedar dan keluarga memang sedang berada di Bali. Sang aktris pun memperlihatkan penerima donor ASI pertama setelah melahirkan baby Hagia.
"Guys, ternyata donor ASI pertama kita di Bali. Ini kita kumpulkan sejak kita sampai Bali," ucap Jedar sambil memperlihatkan Vincent yang membawa kantong.
ASI yang didonorkan Jedar berjumlah hampir sepuluh kantong yang sudah dibekukan. Jedar berharap ASI yang dia donorkan dapat memberikan manfaat bagi bayi yang membutuhkan.
"Semuanya frozen, ada delapan kantong. Semoga bermanfaat dan berguna," ungkapnya.
Tidak lama kemudian, Jedar dan Vincent bertemu dengan pasangan suami istri dan bayi perempuan mereka yang sudah menunggu di area tempat tinggal mereka. Mereka pun langsung memberikan ASI yang sudah disiapkan.
Dari percakapan, diketahui bayi penerima ASI Jedar berusia hampir lima bulan, tidak jauh berbeda dengan Hagia. Keluarga tersebut tampak sangat senang dan berterima kasih kepada Jedar.
Berita Terkait
-
Jessica Iskandar Hobi Donor ASI, Siapa Saja Penerimanya?
-
7 Potret Gemas Baby Hagia, Anak Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag Jadi Idola Sejak Bayi
-
Jessica Iskandar Trauma, Kasus Pencurian Berturut-turut Terjadi di Sekitarnya
-
Jessica Iskandar Curhat Soal Kehidupannya Sambil Menangis : Aku Capek Banget
-
Viral Ibu Bagi-Bagi ASI saat Bulan Ramadan sampai Ditegur Tokoh Agama, Begini Klarifikasinya
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Terpopuler: Kapan Mudik Gratis Lebaran 2026 BUMN Dibuka, Cara Memilih Cushion
-
Dari UMKM ke Standar Global, Ketika Industri Kosmetik Lokal Didorong Naik Kelas
-
Oase Hijau di Jakarta Selatan: Hunian Premium yang Tak Lagi Sekadar Investasi, Tapi Gaya Hidup
-
4 Sepatu Wanita Slip On TOMS untuk Tampilan Kasual dan Trendi, Nyaman Dipakai Kapan Saja
-
Nisfu Syaban 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Puasa dan Amalan yang Gen Z Wajib Tahu
-
4 Rekomendasi Sunscreen SPF 35 untuk Anak Sekolah, Ringan tapi Tetap Melindungi
-
6 Hikmah Tradisi Munggahan Sebelum Puasa Ramadan untuk Umat Muslim
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 95 Revisi 2023: Soal Hikayat Si Miskin
-
5 Cushion High Coverage untuk Menutup Ketidaksempurnaan Kulit Usia 40 Tahun, Bye Noda Hitam
-
Bagaimana Cara Memilih Cushion yang Tidak Menyebabkan Jerawat? Cek 3 Rekomendasi Produknya