Suara.com - Menurunkan berat badan dengan bantuan obat pelangsing bukan lagi hal yang menakutkan sekarang. Pasalnya sudah banyak obat pelangsing aman yang dijual di apotek. Seperti yang akan kita bahas berikut ini.
Obat pelangsing yang dijual apotek sendiri terdiri dari berbagai macam bentuk, mulai dari tablet hingga serbuk yang dikonsumsi dengan cara diseduh. Beberapa produk juga diketahui terbuat dari bahan alami sehingga aman bagi tubuh.
Selain itu, obat-obat pelangsing yang ada di apotek juga telah mengantongi izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Legalitas ini menunjukkan bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi atau digunakan.
Merangkum laman resmi apotek K24, k24klik.com, berikut rekomendasi obat pelangsing aman yang dijual di apotek. Harga produk-produk ini juga cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp3 ribuan saja. Yuk, simak daftar lengkapnya.
1. Herbalax Slimming
Tidak butuh modal yang banyak untuk bisa membeli obat pelangsing di apotek. Pasalnya ada produk Herbalax yang dijual tidak sampai Rp5 ribuan per strip dengan isi 4 tablet.
Herbalax Slimming terdaftar di laman resmi BPOM dengan kategori Obat Tradisional. Nomor registrasi untuk produk Herbalax kemasan dus dengan isi 25 strip terdaftar pada 20 November 2024.
Herbalax Slimming tercatat mengandung Aloe Vera Folium Ekstrak, Garcinia Cambogia Fructus Ekstrak, dan Guazuma Ulmifolia Folium Ekstrak. Obat ini berfungsi membantu mengurangi lemak tubuh.
Nomor Registrasi: TR202338831
Baca Juga: Awas! 16 Kosmetik dan Skincare Ini Dilarang BPOM, Mengandung Bahan Berbahaya
Kisaran Harga: Rp3.600 ribu per strip (isi 4 tablet) di laman halodoc.com.
2. Sido Muncul Pelangsing Perut
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk atau lebih dikenal sebagai Sido Muncul juga menawarkan produk pelangsing perut yang aman. Berbeda dari merek sebelumnya, pelangsing perut Sido Muncul dijual dalam bentuk serbuk. Obat ini bermanfaat membantu mengurangi lemak tubuh dan melancarkan buang air besar.
Satu dus Sido Muncul Pelangsing Perut berisi 5 saset dengan berat masing-masing adalah 14 gram. Merek ini memanfaatkan berbagai bahan herbal dalam satu produk, di antaranya ada ekstrak Camellia Sinensis Folium.
Cara mengonsumsi Sido Muncul Pelansing Perut adalah dengan melarutkan satu bungkus produk ini ke dalam 1/2 gelas air (100 ml). Sebaiknya dikonsumsi sebanyak 3 kali sehari, setiap setengah jam sebelum makan. Lakukan selama 30 hari untuk hasil maksimal.
Nomor Registrasi BPOM: TR092204001
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
5 Link CCTV Arus Mudik 2026, Bisa Diakses Secara Gratis dan Real Time
-
Sholat Idulfitri 2026 Jam Berapa? Ini Bacaan Niat, Tata Cara hingga Ketentuannya
-
Jangan Sampai Terjebak Macet! Cek 5 CCTV Online Tol Trans Jawa Sebelum Mudik Lebaran
-
Konflik Iran vs AS-Israel Makin Panas, Apakah Stok BBM Indonesia Aman Jelang Mudik 2026?
-
Cara Menjawab 'THR-nya Mana?' Begini Respons Tetap Sopan dan Mudah Dipahami
-
Kapan Bank Mulai Libur Lebaran 2026? Cek Jadwal Layanan Terbatas di Sini
-
15 Pantun Minta THR Cair, Lucu dan Menghibur untuk Hari Raya Idulfitri
-
Kekayaan Fantastis Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman yang Ditangkap KPK
-
Cara Menyimpan Sisa Ketupat di Freezer Agar Tetap Kenyal saat Dipanaskan
-
Biodata dan Agama Syamsul Auliya Rachman, Bupati Cilacap Kena OTT KPK