Suara.com - Keinginan untuk menjadi influencer yang semakin meningkat di antara muda mudi Tanah Air ternyata bukan tanpa sebab.
Salah satu daya tarik yang membuat generasi muda bercita-cita demikian adalah gaji influencer di Indonesia yang ternyata nominalnya fantastis.
Tak berhenti di situ, gaji influencer di Indonesia disebut-sebut sebagai yang tertinggi se-Asia.
Klaim tersebut datang dari sosok warganet di X (sebelumnya Twitter) yang melakukan diskusi ilmiah dengan rekannya di Jepang. Ia juga menghadirkan data berupa nominal gaji para influencer yang menggunakan platform Instagram maupun TikTok untuk mengunggah konten komersil mereka.
Warganet tersebut memperoleh penemuan bahwa penyebab tingginya gaji influencer adalah kecenderungan masyarakat untuk mempercayai informasi dari para influencer ketimbang dari televisi maupun media besar.
"Funfact: Rata2 KOL (influencer) di Indonesia harganya termahal di Asia. Tau gak kenapa? Karena desentralisasi informasi. Kepercayaan kita sangat rendah terhadap otoritas media dan TV. Kita lebih percaya sama orang-orang biasa di sosmed. Ini hasil obrolanku sama klien Jepang," tulis seorang warganet di X.
Adapun sebut saja sosok Fujianti Utami alias Fuji yang digadang-gadang sebagai 'Ratu FYP' berkat kehadirannya yang begitu besar di TikTok.
Fuji dapat mengantongi bayaran Rp100 juta hingga Rp150 juta setiap kali bekerja sama dengan sebuah brand.
Jennifer Coppen di satu sisi bisa memperoleh Rp180 juta sebagai bayaran dari kerja sama atau kolaborasi.
Baca Juga: Proyek Naturalisasi Indonesia Targetkan Nama Besar, Media Vietnam: Bisa Mengancam!
Lantas, berapakah sebaran rata-rata gaji influencer di Indonesia?
Dipengaruhi oleh pasar hingga besar audiens
Seorang influencer tentu akan mematok tarif yang berbeda-beda untuk deal kerja sama dengan berbagai brand atau bisnis.
Namun, tarif atau bayaran tersebut juga mengikuti aturan main.
Mereka dapat menenutkan tarif yang sesuai dengan beberapa faktor, seperti pangsa pasar atau sebesar apa market yang mereka tuju.
Beberapa brand yang bergerak di pasar yang luas tentu memerlukan bayaran ekstra untuk bekerja sama dengan para influencer besar.
Berita Terkait
-
Kembali Gelar Bakti Sosial, Andrew Susanto Sediakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Semarang
-
Anya Geraldine Jadi Tulang Punggung Keluarga, Dituntut Totalitas Jadi Biduan di Mendadak Dangdut!
-
Proyek Naturalisasi Indonesia Targetkan Nama Besar, Media Vietnam: Bisa Mengancam!
-
OJK: Ada Influencer yang Menyesatkan Terhubung dengan Keuangan Ilegal
-
MDI Ventures Wakili Indonesia Perkuat Tata Kelola Investasi Bersama Komunitas VC Asia Tenggara
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi