Sederhananya, seorang influencer bisa mendapatkan bayaran yang lebih mahal dari brand-brand yang bergerak di pasar luas, seperti kuliner dan kecantikan.
Seorang influencer juga harus bermodalkan followers atau pengikut yang besar.
Pasalnya, semakin besar followers yang dimiliki, maka semakin besar jumlah massa audiens setia yang akan melihat konten-konten untuk mempromosikan suatu brand atau bisnis.
Semakin banyak followers seorang influencer, maka juga semakin tinggi bayarannya.
Berikut sebaran rata-rata penghasilan seorang influencer yang dihitung dari basis massa audiens, sebagaimana analisa dari laman analisis pasar digital Hypeauditor.
- 1.000 hingga 10.000 pengikut: USD 1.420 atau Rp23,1 juta.
- 10.000 hingga 50.000 pengikut: USD 2.061 atau Rp33,9 juta.
- 50.000 hingga 500.000 pengikut: USD 3.517 atau Rp58 juta.
- 500.000 hingga 1 juta pengikut: USD 5.843 atau Rp96,3 juta.
- Lebih dari 1 juta pengikut USD 15.356 atau Rp253,2 juta.
Bayaran tersebut adalah bayaran kolektif dari berbagai tawaran masuk brand tiap bulannya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tiap tahunnya, seorang influencer seperti Fuji bisa mengantongi bayaran hingga miliaran Rupiah tiap tahunnya.
Penghasilan influencer tersebut baru diperhitungkan dari satu akun Instagram saja.
Seorang influencer dapat memperoleh bayaran ekstra dalam jumlah fantastis ketika ia juga merambah ke Youtube.
Baca Juga: Proyek Naturalisasi Indonesia Targetkan Nama Besar, Media Vietnam: Bisa Mengancam!
Influencer-influencer besar seperti Fuji juga mulai memanfaatkan Youtube sebagai sarana menambah penghasilan yang masuk ke rekening mereka.
Adapun para Youtuber akan memperoleh bayaran dari sistem adsense Youtube yang memberikan timbal balik berupa uang untuk tiap pasang mata yang melihat video mereka.
Sistem adsense akan menayangkan iklan di sela-sela video yang diunggah para Youtuber. Iklan tersebut yang menjadi sumber masuknya uang bagi para influencer yang juga melebarkan sayap mereka ke dunia Youtube.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Kembali Gelar Bakti Sosial, Andrew Susanto Sediakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Semarang
-
Anya Geraldine Jadi Tulang Punggung Keluarga, Dituntut Totalitas Jadi Biduan di Mendadak Dangdut!
-
Proyek Naturalisasi Indonesia Targetkan Nama Besar, Media Vietnam: Bisa Mengancam!
-
OJK: Ada Influencer yang Menyesatkan Terhubung dengan Keuangan Ilegal
-
MDI Ventures Wakili Indonesia Perkuat Tata Kelola Investasi Bersama Komunitas VC Asia Tenggara
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru