Suara.com - Upaya menurunkan angka stunting di Indonesia tidak lagi hanya fokus pada pemberian makanan bergizi. Di lapangan, pendekatan holistik yang mengintegrasikan perbaikan sanitasi, kebersihan, dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terbukti membawa dampak besar.
Salah satu contohnya adalah program kolaborasi antara Habitat for Humanity Indonesia dan Herbalife Family Foundation yang berlangsung di Desa Kedungkeris, Kecamatan Ngilipar, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program ini mengusung pendekatan komprehensif untuk mencegah stunting melalui pembangunan rumah sehat, akses air bersih dan sanitasi, hingga pelatihan perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat. Edukasi kesehatan ini sekaligus membuka mata bahwa pencegahan stunting juga menyangkut lingkungan tempat anak-anak tumbuh.
"Dengan menyediakan akses ke perumahan yang aman dan sehat, air bersih dan sanitasi, serta pendidikan kesehatan yang penting, kami memberdayakan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak-anak mereka," kata Abraham Tulung, General Manager Resource Development Habitat for Humanity Indonesia.
Stunting Tak Lepas dari Lingkungan yang Tidak Sehat
Stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya. Menurut Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021, sekitar 24% atau 5,33 juta balita di Indonesia mengalami stunting.
Namun, masalah ini tak hanya soal kurang makan. Dokumen UNICEF Guine Bissau 2017 menegaskan bahwa banyak penelitian menunjukkan hubungan kuat antara sanitasi, air bersih, dan angka stunting.
Tanpa akses air yang aman dan kebersihan lingkungan, anak-anak lebih rentan terserang diare berulang, infeksi parasit, hingga penyakit kronis usus yang berdampak langsung pada penyerapan gizi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 50% kasus malnutrisi berhubungan dengan infeksi akibat air dan sanitasi buruk. Cacingan yang ditularkan lewat tanah adalah salah satunya.
Baca Juga: Suara Kidung dari Lereng Slamet: Merapal Doa, Merawat Keseimbangan Bumi
Parasit ini menyerang anak-anak dan menyebabkan anemia, lemas, hingga hambatan perkembangan kognitif. Saat ini, diperkirakan dua miliar orang di dunia terinfeksi parasit tersebut.
Lebih jauh, paparan jangka panjang terhadap lingkungan yang tercemar juga dapat menyebabkan Environmental Enteric Dysfunction (EED)—peradangan kronis pada usus kecil anak akibat konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi.
EED menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi dan diyakini sebagai salah satu penyebab utama stunting di negara berkembang.
PHBS: Langkah Kecil, Dampak Besar
Menyadari kaitan erat antara lingkungan dan gizi anak, program di Kedungkeris juga memberikan pelatihan langsung kepada keluarga dan kader Posyandu. Edukasi difokuskan pada pentingnya mencuci tangan pakai sabun, membuang limbah dengan benar, hingga menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya.
"Program ini merupakan hasil kolaborasi mencari solusi dan menjawab tantangan malnutrisi ini," ujar Arif Mustolih, Director Public Affairs Herbalife Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
5 Rekomendasi Sandal Empuk untuk Kesehatan Lansia, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
7 Vitamin Wajib untuk Lansia, Atasi Badan Lemas Tubuh Auto Bertenaga
-
5 Rekomendasi Parfum Mobil Terbaik yang Tidak Bikin Pusing dan Mual
-
5 Rekomendasi Sepatu Safety Krisbow Terbaik untuk Kerja, Aman dan Nyaman
-
Skincare Apa Saja yang Sebaiknya Dipakai di Usia 50-an? Simak Anjuran Dokter Kulit
-
5 Sepatu Velcro Lokal Tanpa Tali, Solusi Anti Repot Buat Orang Tua
-
5 Sabun Cuci Muka Pilihan Paling Aman untuk Lansia, Ampuh Rawat Kulit Menipis
-
5 Parfum Murah Pria Tahan Lama Mirip Bleu de Chanel, Mulai Rp200 Ribuan
-
Begini Cara Warga Kertabumi Ubah Plastik Bekas Jadi Penghasilan Jutaan
-
5 Lip Balm Rp50 Ribuan untuk Lembapkan Bibir Kering dan Keriput di Usia 50 Tahun