Suara.com - Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan kebijakan, keterlibatan publik dalam proses legislasi menjadi semakin penting. Sayangnya, selama ini banyak warga merasa jauh dari proses pembuatan undang-undang — entah karena akses informasi yang terbatas, istilah hukum yang rumit, atau proses yang tidak transparan.
Menjawab tantangan itu, hadir sebuah solusi digital, yaitu Bijak Memantau. Platform ini resmi diluncurkan hari ini, Selasa (20/5/2025), sebagai alat bantu publik untuk memantau, memahami, dan ikut berpartisipasi dalam proses legislasi di Indonesia.
Platform ini hadir sebagai respon terhadap kegelisahan banyak masyarakat, terutama kalangan muda dan kelas menengah urban, yang merasa makin jauh dari proses legislasi dan memberikan partisipasi masyarakat dalam perubahan kebijaksan yang terjadi.
“Banyak orang muda dan kelas menengah sebenarnya ingin terlibat, tapi ruang partisipasi yang tersedia sering kali terbatas dan bersifat simbolik," ujar Andhyta Firselly Utami, CEO Think Policy dan perwakilan Sekretariat Bijak dalam peluncuran Bijak Memantau di Jakarta.
Menurutnya, forum-forum formal seperti legislasi dan konsultasi publik belum sepenuhnya terbuka dan deliberatif, sementara ruang yang dibuka oleh masyarakat sipil cenderung lebih ekspresif tapi belum efektif pada hasil akhir kebijakan.
Ia juga menambahkan bahwa platform ini dirancang untuk membuka akses dan mendorong partisipasi yang lebih substansial, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor penting dalam demokrasi.
Fitur-Fitur Utama Bijak Memantau
Platform Bijak Memantau menawarkan berbagai fitur yang dirancang untuk membantu masyarakat memahami dan terlibat dalam isu-isu kebijakan secara praktis dan informatif
Memahami Isu menyajikan ringkasan delapan topik kebijakan seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, dilengkapi aktor, regulasi, dan konteks kelembagaan yang relevan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Memantau Kebijakan menampilkan perkembangan terbaru dari RUU yang sedang dibahas.
Memantau Pejabat memungkinkan warga mengenal posisi dan latar belakang anggota legislatif.
Baca Juga: Makin Sulit Bedakan AI dengan Manusia, TFH: Jangan Lupakan Prioritas Utama Manusia
Lebih dari sekadar penyedia informasi, Bijak Memantau juga membentuk komunitas digital melalui forum diskusi di Discord, program Kelas Bijak, serta kolaborasi advokasi bersama organisasi masyarakat sipil.
Dengan begitu, partisipasi masyarakat tidak berhenti di layar, tetapi berlanjut dalam aksi nyata yang kolektif.
Dengan adanya peluncuran platform ini, diharapkan dapat menekankan pentingnya peran kelas menengah dalam menjaga arah kebijakan negara.
“Peran masyarakat menjadi sangat penting. Salah satu inti cerita kelas menengah adalah bagaimana mereka bersuara dan mempengaruhi kebijakan publik. Di sisi lain, kelas menengah juga sering disebut sebagai professional complainer atau certified complainer dan menurut saya itu justru baik, mereka bisa menjadi agent of change,” ujar Chatib Basri, ekonom dan Menteri Keuangan RI periode 2013–2014.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo, juga menyatakan bahwa inisiatif seperti ini penting untuk menjembatani pemahaman antara wakil rakyat dan masyarakat.
Ia juga menyoroti bahwa Bijak Memantau selaras dengan prinsip keterbukaan yang diusung dalam kerja sama Open Government Partnership.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Berapa Harga Pertalite per 1 April 2026? Ini Update Harga BBM Terbaru
-
Berapa Harga Pertamax per 1 April 2026? Ini Update Harga BBM Terbaru
-
4 Rekomendasi Sunscreen dari Dokter yang Ampuh untuk Flek Hitam, Mulai Rp30 Ribuan
-
Libur Lebaran 2026: Mudik Tak Lagi Sekadar Pulang Kampung, Tapi Sekalian Traveling
-
Ramalan Shio Hari Ini 1 April 2026, Siapa Saja Shio Paling Beruntung?
-
Terpopuler: Varian Adidas Adizero Terbaik, Krim Penghilang Flek Hitam di Apotek
-
4 Zodiak Paling Hoki dan Berlimpah Rezeki pada 1 April 2026
-
Sidoarjo Pride! Dari Kota Udang ke Dunia Digital, Cerita Bimasakti Bikin Transaksi Makin Simpel
-
Bensin Tak Jadi Naik, Ini Update Daftar Harga BBM 1 April 2026
-
Kenapa Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Begini Asal-Usulnya