Lifestyle / Relationship
Selasa, 27 Mei 2025 | 15:53 WIB
Makna Prosesi Pernikahan Adat Jawa (freepik)

Pembayarannya bukan dengan uang, melainkan kreweng (pecahan tanah liat) sebagai simbol kehidupan berasal dari tanah.

5. Midodareni

Pada malam sebelum pernikahan, pengantin perempuan menjalani midodareni, yaitu berdiam diri di kamar bersama ibu dan kerabat wanita. Ia menjalani perawatan seperti luluran dan maskeran agar tampil cantik seperti "bidadari".

Sang ayah akan mengajukan tantingan, yakni menguji kesiapan dan keteguhan hati anaknya sebelum menikah. Kemudian, calon pengantin pria datang memberikan seserahan yang umumnya berisi perhiasan, pakaian, makanan, dan lain sebagainya.

6. Penyerahan Sanggan

Dilakukan oleh orang tua mempelai pria kepada keluarga perempuan. Sanggan berisi pisang raja matang, sirih ayu, dan kembang telon (mawar, melati, kenanga) sebagai tanda penghormatan dan niat tulus untuk melamar.

7. Akad Nikah

Prosesi pernikahan dilakukan sesuai agama masing-masing. Untuk Muslim, dilakukan ijab kabul di hadapan penghulu dan disahkan oleh KUA. Bagi pasangan non-Muslim, pelaksanaan adat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan agama yang dianut.

8. Panggih (Temu Pengantin)

Baca Juga: Viral Pasangan Bule Nikah Pakai Adat Jawa, Aksi Fotografer Kebingungan hingga Peragakan Pose Bikin Ngakak

Puncak adat Jawa adalah panggih, di mana kedua mempelai dipertemukan secara simbolis setelah sah menikah.

Dimulai dengan Tari Edan-edanan (tarian simbolik pengusir bala) dan Balangan Gantal (saling lempar daun sirih berisi kapur, gambir, tembakau dan pinang sebagai lambang cinta kasih).

9. Ngidak Endhog dan Sinduran

Mempelai pria menginjak telur, lalu sang istri membasuh kakinya sebagai simbol kesetiaan dan pengabdian.

Setelah itu, kedua mempelai dibalut kain sindur dan dituntun ke pelaminan oleh ayahnya, sebagai simbol tanggung jawab orang tua dalam mengantarkan anak ke jenjang kehidupan yang baru.

10. Bobot Timbang

Kedua mempelai duduk di pangkuan ayah mempelai perempuan. Sang ibu akan bertanya, "Siapa yang lebih berat?" dan ayah akan menjawab "Sama saja" sebagai simbol kasih sayang yang setara untuk keduanya.

11. Minum Rujak Degan

Pada tahapan ini, rujak degan yang terbuat dari kelapa muda parut diminum bersama oleh seluruh keluarga sebagai simbol kesucian dan kebersamaan dalam merasakan manisnya hidup.

12. Kacar-Kucur

Mempelai pria menuangkan biji-bijian, uang, dan simbol hasil bumi ke kain yang ditampung oleh mempelai perempuan. Ini melambangkan suami bertanggung jawab memberi nafkah, dan istri dipercaya untuk mengelolanya.

13. Dulangan

Kedua mempelai saling menyuapi nasi tiga kali sebagai simbol kasih sayang, saling tolong, dan harapan keharmonisan dalam rumah tangga.

14. Bubak Kawah (Opsional)

Prosesi dalam pernikahan Jawa ini dilakukan jika mempelai adalah anak pertama. Orang tua membawa peralatan dapur sebagai simbol melepas tanggung jawab, lalu dibagikan ke tamu.

Bagi yang menerimanya, tradisi ini dipercaya dapat mendatangkan keberkahan jodoh.

15. Tumplak Punjen (Opsional)

Jika mempelai adalah anak terakhir, prosesi ini melambangkan penyerahan dharma atau kewajiban anak secara utuh kepada pasangan hidupnya.

16. Sungkeman

Kedua mempelai mengakhiri rangkaian acara dengan sungkeman kepada kedua orang tua sebagai ungkapan terima kasih dan penghormatan. Momen ini menegaskan pentingnya restu orang tua dalam meraih keberkahan dalam pernikahan.

Itulah penjelasan tentang makna prosesi pernikahan adat Jawa. Semoga generasi muda tidak hanya mengenalnya sebagai tradisi, tapi juga mampu menghargai dan melestarikannya sebagai bagian dari budaya bangsa.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More