Suara.com - Di tengah tren berdonasi yang semakin digital, bentuk-bentuk kedermawanan pun ikut berevolusi. Tak lagi hanya melalui transfer atau kotak amal konvensional, kini kebaikan bisa disalurkan dari lapangan golf, cukup dengan memindai kode QR.
Dan yang lebih penting: hasilnya benar-benar berdampak nyata bagi kelompok yang kerap terlupakan—Individu Berkebutuhan Khusus (IBK).
Individu berkebutuhan khusus (IBK) adalah seseorang yang memerlukan layanan atau dukungan khusus untuk dapat berfungsi secara optimal dalam masyarakat. Dukungan ini diperlukan karena adanya perbedaan, baik dari segi fisik, mental, emosional, maupun sosial, yang memengaruhi cara mereka belajar atau berinteraksi.
Istilah "berkebutuhan khusus" sangat luas, mencakup beragam kondisi seperti disabilitas fisik (misalnya, tunadaksa, tunanetra), disabilitas intelektual (seperti tunagrahita), gangguan perkembangan (autisme, Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD)), gangguan emosi dan perilaku, serta kesulitan belajar spesifik (disleksia, diskalkulia). Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki kebutuhan unik, bahkan dalam kategori yang sama.
Masyarakat modern semakin menyadari pentingnya inklusi bagi IBK. Ini bukan hanya tentang menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan, pendidikan, dan partisipasi penuh mereka dalam kehidupan sosial. Dengan pendekatan yang tepat, IBK dapat mencapai potensi penuh mereka dan memberikan kontribusi berharga bagi komunitas.
Peran keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat sangat krusial dalam menciptakan dunia yang lebih adil dan aksesibel bagi semua.
Donasi untuk pembekalan IBK menjadi sorotan dalam acara QRIS Golf Tournament 2025 yang berlangsung di Jakarta, Jumat (4/7). Dana yang terkumpul dari turnamen ini disalurkan untuk mendukung House of Bake, program pelatihan kewirausahaan dan keterampilan profesional yang digagas oleh House of Hope—organisasi yang selama ini konsisten membuka jalan bagi IBK agar bisa mandiri secara ekonomi.
“Hope Bake merupakan program dari House of Hope yang berfokus pada pelatihan Individu Berkebutuhan Khusus untuk membekali mereka dengan keterampilan praktis agar dapat terlibat langsung dalam produksi hampers, rice bowl, minuman, dan lainnya,” ujar Irene Ridjab, pendiri House of Hope, dalam keterangannya.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, Irene menekankan bahwa yang dibutuhkan IBK adalah ruang dan kesempatan.
Baca Juga: Bakal Terima Donasi Rp1,5 Miliar, Agam Rinjani Blak-blakan Pernah Jadi Orang Kaya karena Jadi Porter
“Kami percaya bahwa IBK dapat melampaui ekspektasi kita semua apabila diberi kesempatan. Dengan menggandeng Netzme, House of Hope berharap dapat memenuhi target Sustainable Development Goals dengan menciptakan akses pekerjaan yang adil, perlindungan bagi kelompok rentan, serta inklusivitas sosial,” ungkapnya.
Melalui turnamen golf tahunan ini, PT Netzme Kreasi Indonesia menghadirkan cara baru berdonasi yang terintegrasi langsung dengan sistem pembayaran digital QRIS. Kode-kode QR diletakkan di sepanjang lapangan golf, memungkinkan peserta untuk ikut berkontribusi secara instan, bahkan di tengah pertandingan.
“Penggalangan dana untuk House of Hope, baik melalui donasi maupun lelang, sepenuhnya dilakukan menggunakan teknologi QRIS. Seluruh dana yang terkumpul selama acara akan disalurkan untuk mendukung program House of Bake,” kata Vicky G Saputra, CEO Netzme.
Lebih dari sekadar olahraga eksklusif, turnamen ini menjelma jadi ruang perjumpaan antara teknologi, filantropi, dan inklusivitas. Tak hanya peserta yang berdonasi, kehadiran mitra sosial seperti Yayasan Puteri Indonesia, Chaco, dan Fuguku ikut memperluas jangkauan pesan yang ingin dibawa: semua orang berhak mendapat peluang yang adil untuk berkembang.
Inklusi tidak selalu butuh panggung besar. Namun melalui inisiatif seperti ini, kita diingatkan bahwa memberi kesempatan bisa dilakukan dari mana saja—termasuk dari tengah lapangan golf. Dan teknologi seperti QRIS hanya alat; yang utama tetaplah niat untuk berbagi ruang dan peluang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
Terkini
-
5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
-
Kapan 1 Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal Pasti Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
-
5 Sepatu Lari Under Armour di Bawah Rp1 Juta, Diskon Jadi Lebih Hemat
-
5 Rekomendasi Cat Rambut yang Tidak Merusak Rambut: Aman, Mulai Rp10 Ribuan
-
Review dan Harga Bonvie Kemiri, Andalan Dokter Tirta untuk Rambut Rontok
-
5 Inspirasi OOTD Rompi Lepas yang Stylish, Bikin Baju Lebaran 2026 Kamu Makin Kece
-
6 Moisturizer yang Bisa Dipakai Siang dan Malam: Praktis, Aman Tidak Mengiritasi
-
5 Rekomendasi Kulkas Terbaik untuk Menyimpan ASI, Suhu Stabil dan Hemat Energi
-
Tanggal 16 Januari 2026 Libur Apa? Ini Ketentuannya Menurut SKB 3 Menteri
-
Menopause dan Kesehatan: Tips Ahli Mengatasi Bintik Matahari dan Kerutan