Suara.com - Di tengah krisis iklim, degradasi lingkungan, dan meningkatnya ketimpangan sosial, para pemimpin di sektor sosial dan lingkungan di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Namun, banyak dari mereka belum mendapatkan dukungan yang sesuai untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan yang kontekstual dan berkelanjutan.
Hasil Training Needs Assessment (TNA) tahun 2024 mengungkap kesenjangan signifikan antara kebutuhan di lapangan dan jenis pelatihan yang tersedia.
Banyak pelatihan dianggap terlalu umum, tidak kontekstual, serta minim dalam membangun keterampilan adaptif seperti fleksibilitas, resiliensi, dan lifelong learning.
Hal ini membuat banyak penggerak pembangunan merasa tidak cukup siap untuk mengambil keputusan strategis di lapangan atau mendorong kolaborasi lintas sektor.
Merespons kebutuhan tersebut, Digdaya Selaras meluncurkan Akademi SaDaya—sebuah ekosistem pembelajaran daring dan luring yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pemimpin sosial dan lingkungan di seluruh Indonesia.
Akademi ini secara resmi diluncurkan pada awal Juli 2025 dan dapat diakses melalui situs akademisadaya.digdayaselaras.id.
“Peluncuran Akademi SaDaya merupakan respons strategis dari mendengar dan mengobservasi rekan-rekan kami di sektor konservasi, riset, dan komunitas,” kata Sarilani Wirawan, Co-Founder dan Managing Director Digdaya Selaras.
“Kami ingin menyediakan ruang belajar yang mudah diakses, relevan, dan aplikatif.”
Baca Juga: Kerugian Negara Mencapai Rp200 Triliun: Puluhan Korporasi Raksasa Dilaporkan ke Kejagung
Akademi SaDaya menggabungkan metode pembelajaran berbasis komunitas, coaching, mentoring, dan fasilitasi, agar peserta tidak hanya menerima materi tetapi juga membangun jejaring yang mendukung proses belajar jangka panjang.
Menurut Ade Yuliani, Co-Founder dan Business Development Director Digdaya Selaras, ekosistem ini didesain agar fleksibel, dapat diakses dari mana saja, dan menyesuaikan dengan konteks lokal peserta.
“Kami percaya teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas dampak. Akademi SaDaya adalah langkah nyata kami menjadikan belajar sebagai sarana memperkuat Indonesia.”
Program pelatihan batch pertama akan dimulai pada 4 Juli 2025, dengan kombinasi kelas gratis dan berbayar.
Selain kelas daring, Akademi SaDaya juga menghadirkan ruang interaksi tatap muka untuk mendorong diskusi kolektif, pertukaran praktik baik, serta membentuk komunitas belajar yang saling menguatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi