Suara.com - Beras merupakan bahan pangan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, maraknya peredaran beras oplosan belakangan ini membuat banyak orang resah. Tidak sedikit oknum nakal yang mencampur beras premium dengan beras kualitas rendah lalu menjualnya dengan harga tinggi.
Lalu, bagaimana cara membedakan beras premium dan beras oplosan agar kita tidak tertipu? Simak penjelasan lengkap berikut ini supaya kamu lebih cermat saat membeli beras.
Beras premium terkenal memiliki kualitas terbaik, baik dari segi tekstur, warna, maupun rasa. Namun, tingginya harga beras premium membuka peluang bagi pihak tak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan instan. Mereka mencampur beras kualitas rendah dengan sedikit beras premium supaya terlihat lebih bagus.
Padahal, beras oplosan seringkali mengandung kotoran, patahan beras, bahkan bahan kimia pemutih yang berbahaya jika dikonsumsi jangka panjang.
Selain merugikan secara ekonomi karena kita membayar mahal untuk kualitas yang rendah, konsumsi beras oplosan juga berisiko mengganggu kesehatan. Oleh karena itu, penting sekali mengenali ciri-ciri beras premium asli dan beras oplosan.
Cara Membedakan Beras Premium dan Beras Oplosan
1. Lihat Warna Beras
Beras premium umumnya memiliki warna putih natural atau sedikit transparan, tergantung varietasnya. Warnanya cenderung seragam. Sebaliknya, beras oplosan sering memiliki warna yang tidak rata. Kamu mungkin akan melihat bercak kekuningan, keabu-abuan, atau butiran beras yang terlalu putih mencolok karena proses pemutihan kimia.
2. Cek Bentuk dan Ukuran Butir
Baca Juga: Langgar Standar Mutu dan Takaran, 4 Produsen Beras Ternama Diperiksa Satgas Pangan?
Beras premium memiliki ukuran butir yang relatif seragam dan utuh. Saat kamu pegang, butirannya terasa padat dan tidak banyak patahan. Pada beras oplosan, sering terlihat campuran butiran panjang, pendek, patah, bahkan ada yang berbentuk pecah-pecah. Ketidaksamaan ukuran ini menjadi salah satu tanda beras dicampur dari beberapa kualitas berbeda.
3. Cium Aromanya
Beras premium biasanya memiliki aroma alami, ada yang harum seperti pandan atau wangi khas padi yang segar. Sebaliknya, beras oplosan kadang tidak memiliki aroma sama sekali, atau justru tercium bau apek, kimia, atau bau kapur karena dicampur zat pemutih. Jika kamu mencium bau aneh dari beras, sebaiknya hindari membelinya.
4. Rendam dalam Air
Salah satu cara sederhana untuk menguji keaslian beras premium adalah dengan merendamnya dalam air. Beras premium tidak cepat hancur dan air rendaman akan tetap jernih atau sedikit keruh. Namun, pada beras oplosan, air sering berubah menjadi putih pekat karena adanya residu pemutih atau kotoran yang larut. Jika butiran beras cepat hancur atau hancur sebagian, bisa dipastikan kualitasnya rendah.
5. Perhatikan Harga
Berita Terkait
-
Amran Sebut Produsen Beras Oplosan Buat Daya Beli Masyarakat Lemah
-
Mentan Bongkar Borok Produsen Beras Oplosan! Wilmar, Food Station, Japfa Hingga Alfamidi Terseret?
-
Langgar Standar Mutu dan Takaran, 4 Produsen Beras Ternama Diperiksa Satgas Pangan?
-
Siap-siap! Bansos Beras Bakal Digelontorkan Minggu Ke-2 Juli
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Setelah Sempat Deflasi, BPS Catat Inflasi di Agustus
-
Gunung Sinabung Erupsi, 2 Desa di Karo Dievakuasi, 2.400 Lebih Warga Terdampak
-
Setelah Sempat Deflasi, BPS Catat Inflasi di Agustus
-
Bupati Bengkalis Resmi Perpanjang Masa Jabatan 75 Kepala Desa
-
Perry Warjiyo Ucapkan Selamat ke Destry Damayanti Usai Dipilih jadi Gubernur BI
-
Penjualan Kompor Gas Kaca Tumbuh di Tengah Ekonomi Tak Pasti, Layanan Purna Jual Diperkuat
-
Puan Maharani di HUT DPR ke-81: Kritik Rakyat Itu Pendorong untuk Berbenah Diri
-
Resmi! Extraordinary Woo Diremake Jepang Jadi Extraordinary Attorney Minami
-
Emil Audero Dapat Kabar Buruk Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Menit Bermain Terancam Lenyap
-
Perry Warjiyo Ucapkan Selamat ke Destry Damayanti Usai Dipilih jadi Gubernur BI