Suara.com - Bekas luka atau scars akibat jerawat meradang kerap membuat tidak percaya diri. Terlebih jika menimbulkan bopeng bekas jerawat dengan tekstur cekung dan dalam. Pertanyaannya, kenapa ya scars atau bekas jerawat pada lelaki kerap lebih parah dibanding pada perempuan?
Pakar Biomedis sekaligus Owner Soleil Clinic, dr. Cindy Caroline, M.Biomed (AAM) menjelaskan scars seperti bopeng bekas jerawat pada lelaki dan perempuan umumnya ditemukan berdasarkan tingkat keparahan peradangannya. Apalagi menurut dr. Cindy, perempuan lebih aware dan peduli pada penampilan, sehingga saat ada jerawat mereka cenderung langsung melakukan intervensi perawatan.
Kondisi inilah yang akhirnya membuat bekas jerawat atau scars yang ditimbulkan tidak sampai menjadi bopeng atau memicu tekstur kulit yang tidak rata.
“Menurut saya sih lebih karena kalau wanita itu lebih memperhatikan penampilan. Jadi asal ada acne (jerawat) kan langsung panik ya, langsung di-treatment. Mungkin karena treat-nya itu lebih cepat dibanding yang cowok,” ujar dr. Cindy saat peluncuran treatment Morpheus8 di Soleil Clinic, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Lebih lanjut dr. Cindy juga kerap mendapati kasus lelaki yang membiarkan jerawatnya hingga meradang yang akhirnya memicu perlukaan di kulitnya. Apalagi ada banyak tipe jerawat, dari mulai jerawat batu, jerawat basah yang berisi nanah dan sebagainya.
Dalam kondisi jerawat ini kerap juga ditemukan banyak kasus, penderita tidak sabar lalu memencet jerawat yang membuat kulit terinfeksi karena tangan kotor, dan luka menjadi lebih lama sembuh yang akhirnya memicu peradangan lalu terbentuk bekas luka hingga bopeng.
“Mungkin yang cowok sempat dibiarin aja jadi sempat peradangannya hebat, jadi scars-nya jadi lebih heboh. Karena untuk acne fungsinya adalah treat secepat mungkin sedini mungkin. Dengan sedini mungkin dia treat, acne scars yang bisa muncul itu lebih sedikit,” sambung dr. Cindy.
Dari sisi perawatan, menurut dr. Cindy sudah bisa dilakukan sejak jerawat itu muncul. Sehingga jenis perawatan ini bisa dilakukan sejak umur belasan tahun. Namun jika scars atau bopeng bekas jerawat sudah terlampau parah, maka perawatan menggunakan teknologi berbasis radio frekuensi dan microneedling seperti Morpheus8, dr. Cindy mengakui prosesnya jadi lebih lama untuk mengembalikan tekstur kulit sekaligus menghilangkan ‘lubang’ tersebut.
“Kalau udah jadi scars yang dalam dan banyak ya mungkin lebih butuh banyak sesi aja sih. Biasanya 3 kali (perawatan) juga udah kelihatan hasilnya,” jelas dr. Cindy yang kembali menekankan perawatan untuk scars bisa benar-benar samar dan tidak terlihat, butuh sesi yang lebih banyak, serta tergantung pada tingkat kedalaman scars-nya.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Skincare Lokal Murah BPOM, Bebaskan Kulit dari Jerawat dan Flek Hitam
Perlu diketahui Morpheus8 adalah perangkat berbasis teknologi radio frekuensi, yaitu energi panas yang bisa disesuaikan, dan microneedling (jarum mikro) dengan tingkat kedalaman sesuai indikasi. Bekerja hingga ke lapisan lemak bawah kulit, menyebabkan koagulasi jaringan dan merangsang tubuh produksi kolagen.
Sehingga alih-alih memberikan hasil instan selaiknya filler, maka perawatan ini membuat kulit bekerja alami untuk menciptakan kolagennya sendiri. Hasilnya rerata dalam waktu 2 hingga 3 bulan, perlahan tekstur kulit secara kembali merata, kencang, termasuk mengurangi keriput, garis halus, hingga kulit kendur.
“Paling banyak itu tindakan 4 sampai 6 minggu sekali, lalu pada bulan ke-2 dan ke-3 hasilnya akan semakin baik,” jelas dr. Cindy.
Adapun agar hasil semakin maksimal, pasien akan tetap diingatkan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Apalagi ada beberapa makanan yang sangat cepat merangsang terbentuknya jerawat, dan berisiko menciptakan scars atau bopeng karena bekas luka di kulit.
“Kalau masalah jerawat, gula, dairy, tepung memang dia cukup trigger jerawat,” timpal Aesthetic Doctor Soleil Clinic, dr. Gabriella Rumayauw.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun
-
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI
-
WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali
-
Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi
-
Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung