Prosesnya cukup sederhana: pengguna hanya perlu membuka aplikasi Flip, memilih rumah sakit tujuan, lalu melakukan pembayaran seperti transfer biasa. Dalam hitungan menit, dana sudah diterima oleh rumah sakit yang dituju.
Selain lebih praktis, biaya transaksinya juga lebih rendah dibanding metode tradisional. Bahkan untuk transaksi pertama, Flip Globe memberikan layanan secara gratis.
Inovasi seperti ini bukan hanya soal efisiensi teknis, tapi juga memberi ketenangan pikiran bagi pasien dan keluarga—terutama dalam kondisi genting yang menuntut semuanya serba cepat dan tepat.
Lebih dari Sekadar Teknologi
Namun pada dasarnya, isu ini bukan hanya soal teknologi. Ini tentang pengalaman pasien. Ketika seseorang harus berobat ke luar negeri, mereka berharap bisa menjalani proses penyembuhan tanpa terlalu banyak urusan administratif. Pembayaran yang mudah dan transparan adalah bagian penting dari itu.
Langkah Flip dan penyedia fintech lainnya dalam menyederhanakan urusan pembayaran ini bisa dibilang menjadi bagian dari ekosistem wisata medis yang ideal—yang tidak hanya memikirkan layanan medis, tapi juga aspek pendukung seperti logistik, akomodasi, dan tentu saja, finansial.
Dengan makin terbukanya akses pengobatan di luar negeri, masyarakat Indonesia juga butuh sistem pendukung yang meringankan beban mereka. Urusan membayar rumah sakit seharusnya tidak lagi jadi kendala tambahan. Karena pada akhirnya, kesehatan—apalagi dalam kondisi kritis—harus jadi prioritas utama, bukan beban administratif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade
-
Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur
-
Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian
-
Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum
-
Healing Maksimal di Negeri Naga Guntur: 5 Pengalaman Wellness di Bhutan yang Wajib Dicoba
-
Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?
-
5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia
-
Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion
-
Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN
-
Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya