Suara.com - Trailer film animasi Merah Putih One For All tengah menjadi sorotan di kalangan pecinta animasi Indonesia.
Salah satu adegan yang menampilkan gudang senjata memicu kontroversi, terutama karena munculnya senjata laras panjang seperti AK-47 dalam tayangan yang ditujukan untuk anak-anak.
Publik mempertanyakan relevansi elemen tersebut, mengingat film animasi ini seharusnya mengangkat nilai-nilai nasionalisme dan semangat petualangan.
Konten yang menampilkan senjata api dianggap kurang tepat untuk segmen usia muda, sehingga memunculkan kekhawatiran soal pesan yang disampaikan.
Sutradara sekaligus produser film animasi MERAH PUTIH ONE FOR ALL, Erdianto, pun memberi klarifikasi bahwa senjata api tersebut dinarasikan sebagai properti acara 17 Agustus.
"Itu kan gudang balai desa, tempat penyimpanan bendera. Dan itu kan momen mau perayaan 17 Agustus, jadi itu adalah properti untuk peringatan 17 Agustus," ujar Erdianto saat hadir di podcast Detik Pagi, dikutip dari postingan TikTok @kemkomdisi_, Kamis (14/8/2025).
Lebih lanjut, Erdianto mengatakan bahwa properti tersebut sama halnya dengan warga desa yang cosplay sebagai tentara Belanda.
"Di trailer ada bocoran seorang yang pakai baju Belanda bawa senjata. Nah, itu properti-properti yang ada di gudang itu. Jadi bukan senjata bener. Itu senjata mainan lah, buat properti perayaan," sambungnya.
Meski begitu, klarifikasi Erdianto tetap dianggap sebagai cari-cari alasan belaka karena tidak ingin mengakui kesalahan.
Baca Juga: Ogah Dikaitkan dengan Film Merah Putih One For All, PFN Bikin Animasi Sendiri
"Pemikiran baby boomers seperti mereka tuh persis kayak pemerintah, seolah-olah kita nih percaya dan bodoh aja," sindir seorang warganet di kolom komentar.
"Alasannya bisa dipahami, tapi sejak kapan senapan jenis itu ada di WW2, senjatanya aja diciptain di era modern setelah WW2 berakhir," tanya warganet yang lain.
"Kalau senjata itu properti buat acara 17-an, kenapa properti lainnya nggak ada? Misal ornamen bendera mini, tiang, dan lain-lain yang bernuansa merah putih malah nggak ada? Malah kosong gitu," curiga warganet lainnya.
Sekilas tentang Film Animasi Merah Putih One For All
Film Merah Putih: One for All mengisahkan perjalanan seru sekelompok remaja dari berbagai penjuru Nusantara yang bersatu dalam Tim Merah Putih.
Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan, mereka dihadapkan pada misi penting yaitu menemukan kembali bendera merah putih yang hilang.
Lewat aksi penuh semangat dan kerja sama, film ini bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme serta memperkuat rasa persatuan di kalangan generasi muda.
Walau sempat menuai kontroversi terkait kualitas animasi dan keterbatasan distribusi layar, Merah Putih: One for All tetap meluncur ke publik dengan harapan besar.
Film ini diusung sebagai tontonan yang mampu membangkitkan semangat dan memberikan inspirasi, khususnya bagi anak-anak Indonesia yang menjadi target utama penontonnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Mereka Balapan dengan 'Malaikat Pencabut Nyawa' Selamatkan Korban Gempa Bumi Kolombia
-
Ulasan Pramuka: Jejak Langkah Sang Penggalang di Tengah Belantara Sunyi
-
5 Merek Laptop Terbaik 2026 Paling Dipercaya di Indonesia
-
Apakah Virtual RAM pada HP Murah Berpengaruh pada Performa? Ini Rekomendasi Rp3 Jutaan
-
Aturan Ojol Masih Digodok, Komdigi: Pengantaran Barang dan Penumpang Beda Bisnis
-
Polemik Hafalan Al-Qur'an dan Hadiah Miras: Ketika Gimik Marketing Menabrak Sakralitas Agama
-
Atasi Ketergantungan Energi Fosil, ITS Kembangkan Pembangkit Hibrida Angin dan Surya
-
Bukan Sekadar Pegal, Nyeri Sendi Bisa Jadi Tanda Rheumatoid Arthritis
-
12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
-
IHSG Masih Kebakaran di Level 6.200 pada Sesi I, Saham Prajogo Tumbang