Suara.com - Di jagat mode yang terus berputar, ada dua siluet yang berdiri tegak bak raksasa, mendefinisikan gaya jalanan (street style) bagi jutaan orang yakni Adidas Samba dan Nike Dunk Low.
Keduanya lahir dari dunia olahraga, yakniSamba dari lapangan futsal indoor dan Dunk dari lapangan baske namun takdir membawa mereka ke arena yang sama sekali berbeda yakni panggung mode global.
Selama beberapa tahun terakhir, telah menyaksikan kebangkitan fenomenal keduanya. Tapi saat kita menatap tahun 2025, pertanyaannya semakin tajam, yakni siapa yang akan benar-benar bertahta sebagai raja street style?
Pertarungan ini lebih dari sekadar kulit dan sol karet; ini adalah duel antara dua filosofi gaya yang berbeda.
Di satu sudut, Samba mewakili keanggunan minimalis dan warisan Eropa. Di sudut lain, Dunk Low adalah kanvas bagi ekspresi diri yang bold dan budaya hype Amerika.
Sang Penantang Klasik: Kebangkitan Adidas Samba yang Tak Terbendung
Jika ada sneaker yang mendefinisikan estetika "quiet luxury" dan "blokecore" yang merajai fashion saat ini, itu adalah Adidas Samba.
Popularitasnya meroket bukan karena drop yang langka atau kolaborasi hingar-bingar, melainkan karena kesederhanaannya yang abadi.
Daya Tarik Universal: Siluetnya yang ramping dan sol karet (gum sole) yang khas membuatnya sangat serbaguna.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Inilah 3 Sneakers Retro yang Wajib Ada di Lemari Sepatumu
Samba bisa dipadukan dengan jeans, celana bahan, rok, bahkan gaun. Ia adalah bunglon mode yang sempurna.
Pengaruh Selebriti yang dari Bella Hadid, Hailey Bieber, hingga A$AP Rocky, para ikon mode global mengadopsi Samba sebagai sepatu andalan mereka. Hal ini mengukuhkan statusnya dari sepatu olahraga menjadi fashion staple.
Sementara di tengah "hype fatigue" di mana banyak orang lelah mengejar rilisan terbatas, Samba menawarkan angin segar. Ia mudah didapat (meski sempat langka karena permintaan tinggi), terjangkau, dan tidak lekang oleh waktu.
Memasuki 2025, kekuatan Samba terletak pada kemampuannya untuk menyatu dengan tren makro fashion yang bergerak ke arah minimalisme, kepraktisan, dan gaya yang lebih dewasa.
Sang Juara Bertahan: Dominasi Nike Dunk Low yang Sulit Digoyahkan
Selama bertahun-tahun, Nike Dunk Low adalah definisi dari hype. Dari rilisan eksklusif di aplikasi SNKRS hingga kolaborasi legendaris dengan Travis Scott dan Off-White, Dunk adalah simbol status di dunia sneaker.
Tag
Berita Terkait
-
Jangan Ketinggalan! Inilah 3 Sneakers Retro yang Wajib Ada di Lemari Sepatumu
-
Adidas SL72 Disebut Juga Adidas Kalimantan, Mengapa?
-
Adidas SL72 Disebut Bisa Gantikan Samba? Ternyata Warisan Sejarah Tahun 1972
-
Samba Fatigue? Ini 5 Alasan Adidas SL72 Jadi Sepatu Wajib Punya
-
Sepatu Adidas Samba Original Made In Mana? Ini 5 Cara Membedakan yang Ori dan KW
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Polda Metro Bantah Tangkap Botok di DPR, Sebut Hanya Dampingi Urus Izin Kegiatan
-
Tegas! Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dipindahkan ke Jakarta
-
Pasca Gempa NTT, Gibran Siapkan Keringanan Kredit bagi Warga Terdampak
-
Ekonom Nilai Target Pajak Naik 12% di RAPBN 2027 Tak Realistis
-
Menhut dan Menteri LH Absen Rapat Karhutla, Istana Beri Penjelasan
-
Tak Hanya Rekening, Akun Medsos Botok Juga Diblokir, Aksi Demo 27 Agustus Terancam Batal?
-
6 Film Resident Evil Tayang di Netflix September 2026, Ini Daftarnya
-
Tunggu Regulasi Subsidi, Asosiasi Motor Listrik: Yang Terpenting Kepastian
-
Kanker Paru Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Jadi Kekuatan Pasien Jalani Pengobatan
-
Andrew Kalaweit Soroti Karhutla Kalimantan: Hutan Tak Terbakar Sendiri