Suara.com - Popularitas wisata halal yang kian meluas ternyata tidak hanya membawa peluang, tetapi juga memunculkan sisi gelap berupa penipuan. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok agen bodong kerap menyamar sebagai agen resmi dengan menawarkan paket wisata murah yang sulit ditolak.
Fenomena ini menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat muslim yang ingin beribadah umrah atau sekadar berwisata dengan nyaman. Bagi pelaku industri, penipuan semacam ini bukan hanya merugikan konsumen, tetapi juga mencederai kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun.
Tiga Ciri Agen Travel Bodong yang Perlu Diwaspadai
1. Harga terlalu murah untuk jadi nyata
Tawaran “paket impian” dengan harga sangat rendah sering kali menjadi pancingan utama.
2. Rekening pribadi atas nama individu
Agen resmi umumnya memakai rekening perusahaan. Jika pembayaran diminta ke rekening pribadi, patut dicurigai.
3. Kontak dan situs web tidak konsisten
Agen palsu biasanya memakai nomor WhatsApp berbeda-beda, akun media sosial baru, atau situs web tiruan yang tidak terverifikasi.
Baca Juga: Rp 18 Miliar Lenyap! 4 Fakta Penipuan Travel Haji di Lamongan: Sudah Jual Sawah Gagal Umrah
Contoh nyata datang dari Cheria Holiday, agen travel halal yang sudah beroperasi sejak 2012 dan kerap meraih penghargaan internasional. Tingginya reputasi membuat nama mereka sering dipakai pihak tak bertanggung jawab.
“Saya mengendus jejak digital pergerakan agen Cheria abal-abal yang meresahkan. Mungkin mereka cinta terhadap Cheria Holiday sampai begitu semangat jualan paket wisata halal kami. Sayangnya, manuver para oknum ini terindikasi melawan hukum,” ujar Cheriatna, CEO Cheria Holiday.
Cheriatna menegaskan seluruh kontak resmi dapat diverifikasi di situs web www.cheria-travel.com
maupun media sosial terverifikasi. Sehingga pelanggan yang merasa curiga terhadap tawaran-tawaran dari agen travel bodong bisa langsung mencari informasi resmi.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa penggunaan tanpa izin atas nama atau merek dagang bisa dijerat hukum, mulai dari Undang-Undang Merek hingga pasal penipuan KUHP. Ancaman pidana bagi pelanggar mencapai lima tahun penjara.
Bagi Cheria, penipuan ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk tidak menghargai jerih payah belasan tahun membangun bisnis.
“Pesan cinta kami kepada agen tidak resmi atau agen bodong Cheria: berhentilah sebelum terlambat dan sadarlah sebelum menyesal di kemudian hari. Aksi petak umpet ini melanggar hukum,” tutup Cheriatna.
Di tengah gencarnya tren digital, konsumen memang dituntut lebih cermat. Mengingatkan diri untuk selalu memverifikasi agen dan tidak tergoda harga murah menjadi langkah sederhana yang dapat menyelamatkan perjalanan, uang, sekaligus mimpi yang sudah lama direncanakan.
Berita Terkait
-
Alasan Perusahaan Travel Ngotot Menolak Umrah Mandiri, Takut Rugi?
-
Mengadu ke PKS, 13 Asosiasi Haji Umrah Tolak Aturan Legalisasi Umrah Mandiri di RUU PIHU
-
Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp1 Triliun Lebih, KPK Curiga Ratusan Agen Travel Terlibat!
-
Korupsi Kuota Haji Terungkap: Asosiasi Travel Incar Keuntungan Ganda, Begini Modusnya!
-
Bosnya Dicekal KPK, izin Maktour Travel Haji Pilihan Para Pesohor Pernah Dicabut
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
ASEAN Jadi Jalur Penanganan Asap Karhutla Kalimantan, RI Pilih Kerja Sama Ketimbang Saling Tuding
-
2 Rice Cooker untuk Membuat MPASI Bayi, Praktis dan Mudah Digunakan
-
Mirip Rezim Otoriter! Pembekuan Rekening Jadi Alat Tekan Gerakan Sipil
-
Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1, Akhir dari Pencarian Horcrux!
-
Sekolah Bakal Digusur, Ratusan Murid SD di Batanghari Mengadu ke Presiden
-
Bedak Tabur vs Bedak Padat, Mana yang Lebih Aman untuk Touch Up Siang Hari?
-
Karhutla di Kawasan Tol Balikpapan-Samarinda, Penyebab Masih Diselidiki
-
81 Miles Uji 5G XLSMART dari Semarang hingga Yogyakarta, Target 88 Kota pada 2026
-
Kasus Marissa Anita, Saat Sebuah Foto Dibaca sebagai Simbol Kedekatan dengan Kekuasaan
-
Menemukan Tuhan di Sudut Kota: Pesona Di Kota Tuhan Stebby Julionatan