Parasit dapat mulai memakan sel darah merah Anda atau menyebabkan kehilangan darah melalui tinja, yang dapat menyebabkan kehilangan darah dan mengakibatkan anemia defisiensi besi.
Parasit memakan darah jaringan inang yang menyebabkan hilangnya zat besi dan protein serta kekurangan sel darah merah dalam tubuh.
Cacing-cacing ini makan untuk bertahan hidup, dan mereka melakukannya dengan mengorbankan Anda.
Kehilangan darah dapat membuat Anda merasa kelelahan karena tidak ada cukup darah di dalam tubuh untuk mendukung fungsi normalnya.
4. Suli Tidur
Jika Anda terkena cacingan, maka Anda mungkin kesulitan tidur, atau terbangun beberapa kali di malam hari.
Hal ini disebabkan oleh parasit yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik atau karena parasit tersebut merupakan hewan nokturnal yang aktif di malam hari.
Anda akan merasakan gangguan pada pola tidur Anda tanpa menyadari adanya perubahan pada kebiasaan Anda sehari-hari.
5. Kerap Merasa Kembung
Baca Juga: Penting! Batas Minum Air Putih untuk Penderita Ginjal, Jangan Kelebihan
Parasit usus dapat menyebabkan penumpukan gas ekstra di saluran pencernaan Anda, yang dapat mengakibatkan perut kembung.
Tingkat keparahan dan lamanya gejala Anda bervariasi, tergantung jenis parasitnya. Komplikasi lebih sering terjadi pada lansia dan orang yang sudah memiliki penyakit serius.
Sangat mungkin terdapat parasit di perut Anda tanpa gejala sama sekali. Para ahli kesehatan percaya bahwa tidak semua orang akan menunjukkan gejala yang sama atau bereaksi dengan cara yang sama terhadap parasit.
Orang yang terinfeksi cacing parasit Ascaris, misalnya, biasanya tidak menunjukkan gejala.
6. Diare
Jika Anda sering mengalami diare, maka Anda perlu waspada jika cacing sudah hidup di sistem percernaan Anda.
Sebab cacing bisa menyebabkan diare yang berkepanjangan.
Cara Mencegah Cacingan
- Selalu cuci tangan setelah berkebun dan sebelum makan, minum, dan merokok.
- Selalu cuci buah dan sayur sebelum dimakan.
- Masak daging sapi dan babi hingga matang.
- Kenakan sepatu di tanah yang lembap dan berpasir atau tanah yang mungkin terkontaminasi kotoran anjing.
Itulah beberapa ciri cacingan yang mungkin tidak Anda sadari. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
5 Tone Up Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah, Anti White Cast Menurut Review Pengguna
-
5 Rekomendasi Sayur yang Mudah Ditanam di Pot, Lahan Sempit Bukan Halangan
-
Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?
-
4 Parfum Evangeline Best Seller di Shopee, Wanginya Bikin Susah Pindah ke Parfum Lain
-
5 Rekomendasi Sunscreen SPF 30 untuk Dipakai Indoor, Ringan dan Harga Terjangkau
-
3 Lipstik Viva Cosmetics Paling Laris di Shopee Menurut Ulasan dan Harganya
-
4 Sepatu Lari Super Trainer Pesaing Adidas Adizero Evo SL, Terbaik Buat Jarak Jauh
-
Saat Pakaian Lama Punya Hidup Baru: Inspirasi Fashion Berkelanjutan dari Uniqlo
-
Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman
-
Banyak Ibu Mengalaminya, Ini Kisah Bangkit dari Kerontokan Rambut Pascapersalinan