Lifestyle / Male
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 12:38 WIB
Kesedihan keluarga Affan Kurniawan saat pemakaman sang putra di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). (Suara.com/Lilis)

Sementara itu, Ayah Affan Kurniawan, Zulkifli, hanya bisa terdiam dengan tatapan kosong, menyaksikan jasad putranya terbujur kaku di hadapannya.

Sang ayah yang sehari-hari bekerja serabutan, kini harus menerima kenyataan pahit melihat putranya pergi dengan cara tragis di usia yang baru menginjak 21 tahun.

Dengan suara bergetar, ia hanya bisa mengucapkan satu hal, yaitu meminta keadilan ditegakkan untuk putra yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga tersebut.

Sang ayah berkali-kali menyampaikan bahwa ia tidak ingin kasus ini berhenti begitu saja. Ia mengungkapkan tak sanggup menonton rekaman viral yang memperlihatkan detik-detik putranya dilindas.

"Tadi sore dari bapak almarhum menyampaikan ingin minta keadilan. Dan kami siap," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri usai bertemu keluarga korban.

Seruan keluarga Affan Kurniawan yang menuntut keadilan juga mendapat dukungan luas dari rekan-rekan ojol, yang memicu desakan agar kepolisian benar-benar menuntaskan penyelidikan dan menghukum pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, pada Jumat pagi, keluarga, kerabat, dan komunitas ojol mengantarkan jenazah Affan ke peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Tanggapan Institusi Kepolisian

Tragedi ini membuat pimpinan Polri bergerak cepat. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menindak tegas anggota yang terbukti bersalah.

Baca Juga: Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Rupiah Anjlok

Hingga kini, tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang berada di dalam kendaraan rantis saat kejadian telah diamankan.

Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka D. Namun, siapa pengemudi rantis yang sebenarnya menabrak Affan masih dalam penyelidikan.

Secara terbuka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyatakan permintaan maaf terkait peristiwa itu.

Ia menegaskan Divisi Propam Polri tengah melakukan penyelidikan dan proses hukum akan berjalan transparan.

"Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya," ucapnya.

Meski aparat berjanji akan menuntaskan kasus ini, rasa kehilangan di hati ayah Affan tak bisa diganti.

Ia kehilangan seorang anak yang selalu menjadi penopang keluarga, sosok yang dikenal warga sekitar sebagai pribadi pendiam, ramah, dan rajin.

Keluarga berharap tragedi ini tidak hanya ramai di media sosial, melainkan ditangani serius hingga tuntas secara hukum.

Bagi mereka, Affan Kurniawan tidak bisa dipandang hanya sebagai korban insiden kerusuhan semata.

Ia adalah anak, kakak, sekaligus harapan masa depan yang telah sirna akibat kelalaian aparat.

Demikianlah ulasan terkait sosok ayah Affan Kurniawan, tuntut keadilan usai anaknya dilindas polisi.

Kasus Affan membuka mata publik bahwa di balik setiap korban ada cerita hidup dan keluarga yang harus menanggung kehilangan.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More