Lifestyle / Komunitas
Selasa, 02 September 2025 | 16:52 WIB
Ilustrasi gas air mata dan unjuk rasa. [dibuat dengan AI]

Polda Jawa Barat menjelaskan bahwa aparat gabungan TNI-Polri menggelar patroli skala besar pasca pembubaran massa.

Saat menyusuri Jalan Tamansari, mereka menemukan tumpukan batu, kayu, dan ban terbakar di tengah jalan.

Polisi menilai kericuhan tersebut bukan hanya ulah mahasiswa, melainkan ada kelompok luar yang memicu provokasi.

Kelompok itu disebut melakukan blokade jalan secara anarkistis, melempar molotov, lalu mundur ke arah kampus dengan tujuan memancing aparat agar menyerang ke dalam lingkungan kampus.

4. Gas Air Mata Masuk ke Area Kampus

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan asap gas air mata menyeruak hingga ke dalam lingkungan Unpas dan Unisba.

Pemandangan di kampus penuh kepanikan, ada mahasiswa yang mencari tempat aman, ada pula yang sibuk menolong rekannya yang jatuh tak sadarkan diri.

Ridho Dawam, Presiden Mahasiswa Unpas, menyatakan bahwa polisi masuk ke lingkungan kampus dan melontarkan sekitar 30 gas air mata ke arah mahasiswa serta fasilitas kampus.

5. Polisi Bantah Masuk Kampus

Baca Juga: Bolehkah Aparat Polisi Masuk Kampus Sewenang-wenang? Ini Hukumnya

Berbeda dengan keterangan mahasiswa, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka tidak masuk ke area kampus.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa aparat hanya menembakkan gas air mata di jalan raya, dan asapnya masuk ke kampus karena tertiup angin.

Ia juga membantah tudingan adanya penggunaan peluru karet dalam penanganan massa.

6. Versi Kampus dan Mahasiswa Berbeda

Menurut Harits Nu’man, Rektor Unisba, polisi sempat melepaskan gas air mata ke lingkungan kampus saat mengikuti mahasiswa yang lari ke dalam. Meski begitu, ia menekankan bahwa aparat tidak memasuki area kampus.

Ia menjelaskan bahwa tembakan dilepaskan dari luar gerbang, tetapi arahnya memang ke dalam karena massa sudah lebih dulu berada di area kampus.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Unisba, Kamal Rahmatullah, memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, aparat menyerang secara tiba-tiba, membuat mahasiswa kalang kabut dan berlari mencari perlindungan.

7. Mahasiswa Alami Sesak dan Trauma

Banyak mahasiswa yang terdampak langsung akibat insiden ini. Beberapa di antaranya mengalami sesak napas, luka, hingga trauma.

Situasi kampus pun menjadi tidak kondusif dan kegiatan akademik terganggu akibat banyak mahasiswa yang masih dalam masa pemulihan.

Tips Pertolongan Pertama Usai Terkena Gas Air Mata

Gas air mata dapat menimbulkan efek langsung berupa mata perih, batuk, sesak napas, hingga iritasi kulit. Jika terpapar, berikut langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan:

1. Segera Menjauh dari Sumber Asap

Carilah tempat lapang yang memiliki ventilasi atau sirkulasi udara yang cukup. Semakin cepat menjauh dari titik asap, semakin kecil risiko paparan berlanjut.

2. Jangan Mengucek Mata

Mengucek mata hanya akan memperparah iritasi. Bilas mata dengan air bersih atau larutan saline hingga rasa perih berkurang.

3. Gunakan Masker atau Kain Basah

Saat masih berada di area yang terpapar gas, gunakan masker atau kain basah untuk menutupi hidung dan mulut agar udara yang terhirup lebih aman.

4. Cuci Wajah dan Kulit dengan Sabun

Segera bilas area kulit yang terpapar menggunakan air mengalir dan sabun. Hindari penggunaan sabun keras atau berbahan kimia kuat agar iritasi tidak semakin parah.

5. Lepas Pakaian yang Terkena Asap

Pakaian yang terpapar gas air mata berpotensi menyimpan residu zat kimia. Lepaskan dan segera cuci bersih sebelum digunakan kembali.

6. Gunakan Kompres Dingin

Mata atau kulit yang terasa panas bisa dikompres dengan kain dingin untuk meredakan rasa terbakar.

Itulah 7 fakta seputar polisi tembak gas air mata ke Unisba dan Unpas. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam menangani aksi mahasiswa agar tidak menimbulkan korban lebih banyak.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More