Suara.com - Beberapa pekan terakhir, eskalasi tensi sosial terasa meningkat. Aksi massa dan demonstrasi yang terjadi di berbagai kota besar seperti Jakarta, Makassar, dan Yogyakarta menjadi sorotan utama.
Sayangnya, beberapa aksi yang semula damai berujung ricuh, diwarnai bentrokan hingga penggunaan benda-benda berbahaya seperti bom molotov.
Berada di tengah situasi yang tak terduga tentu menimbulkan kepanikan. Namun, memiliki pengetahuan yang tepat tentang cara menyelamatkan diri dari serangan bom atau lemparan bom molotov adalah kunci untuk meminimalisir risiko cedera fatal.
Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membekali diri dengan kesiapsiagaan di tengah kondisi yang tidak menentu. Simak cara menyelamatkan diri dari serangan bom di bawah ini.
Saat Ledakan Terjadi: Refleks Cepat Selamatkan Nyawa Sendiri
Ketika Anda mendengar suara ledakan yang menggelegar, mustahil untuk lari menghindarinya karena kecepatan ledakan jauh melebihi kecepatan manusia.
1. Segera Tiarap: Sebagian besar energi dan pecahan bom meluncur ke atas. Dengan merebahkan diri, Anda mengurangi area tubuh yang terekspos.
2. Lindungi Kepala dan Leher: Gunakan kedua tangan untuk melindungi bagian belakang kepala dan leher Anda, yang merupakan area vital.
3. Hindari Benda Berbahaya: Jauhi jendela, pintu kaca, atau benda-benda lain yang bisa pecah dan menjadi proyektil tajam. Berlindunglah di balik benda yang kokoh seperti meja atau pilar gedung jika memungkinkan.
Baca Juga: BIN: Situasi Nasional Kondusif Pasca-Demo, Keamanan di Bawah Kendali TNI-Polri
4. Buka Mulut Anda: Bernapaslah cepat melalui mulut. Ini membantu menyeimbangkan tekanan udara di dalam tubuh dengan tekanan dari gelombang ledakan, sehingga dapat melindungi organ dalam seperti paru-paru dari kerusakan.
Ancaman Bom Molotov: Padamkan Api dengan Teknik "Stop, Drop, and Roll"
Bom molotov, sebuah botol berisi cairan mudah terbakar, adalah senjata yang sering digunakan dalam kerusuhan.
Jika api dari bom ini mengenai pakaian Anda, jangan panik dan berlari. Ingat tiga langkah penyelamatan diri yang dikenal sebagai "Stop, Drop, and Roll."
a. STOP (Berhenti): Segera berhenti bergerak. Berlari justru akan memberi lebih banyak oksigen pada api dan membuatnya semakin besar.
b. DROP (Jatuhkan Diri/Tiarap): Cepat rebahkan tubuh Anda ke tanah. Langkah ini mencegah api menjalar ke area wajah dan kepala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
Terkini
-
Apa Keutamaan Wafat di Bulan Ramadan? Simak Penjelasannya dalam Islam
-
Muntah Apakah Membatalkan Puasa? Hukum Disengaja dan Tidak Ternyata Berbeda
-
Jadwal Lengkap One Way, Ganjil Genap dan Contra Flow Mudik Lebaran 2026, Jangan Sampai Kena Macet!
-
Awal Mula Vidi Aldiano Sakit, Perjalanan Panjang sang Musisi Melawan Kanker Ginjal
-
7 Maret 2026 Tarawih ke Berapa? Simak Keutamaannya Menurut Kitab Durratun Nashihin
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 di Bogor
-
Beda Ruam Campak dan Cacar, Kenali 5 Perbedaan Pola hingga Cara Penularannya
-
Berapa Skor IQ Reza Arap Sebenarnya? Viral Hasil Tes Kecerdasan Marapthon, Bravy Tertinggi
-
Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-18 Ramadan: Ridha Allah untuk Diri dan Kedua Orang Tua
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Medan