- Nadiem Makarim ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Chromebook.
- Ia ditaksir merugikan negara lebih dari Rp1,98 triliun.
- Kini ditetapkan sebagai tersangka, Nadiem Makarim pernah mengungkap lahir dan besar di keluarga antikorupsi.
Suara.com - Eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Hal itu diumumkan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Kamis, 5 September 2025.
"Dari hasil pendalaman keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang ada, sore ini telah menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM," ungkap Anang.
Kasus korupsi Chromebook yang menyeret Nadiem Makarim diperkirakan menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp1,98 triliun.
Di tengah kabar penetapan tersangka ini, video lama Nadiem Makarim saat berbincang di podcast Deddy Corbuzier kembali viral di media sosial.
Dalam potongan video tersebut, Nadiem Makarim bersumpah tidak pernah melakukan korupsi. Ia menyinggung latar belakang keluarganya yang antikorupsi.
Siapa Orang Tua Nadiem Makarim?
Dalam podcast tersebut, Nadiem Makarim turut menyinggung latar belakang orang tuanya yang memiliki kiprah di bidang antikorupsi
"Mas kenal saya. Ayah saya dulunya Komite Etika KPK. Ibu saya pendiri daripada Bung Hatta Anti Corruption Award. Saya lahir dan dibesarkan di keluarga antikorupsi, Mas," tegas Nadiem.
Nadiem Makarim merupakan anak Nano Anwar Makarim dan Atika Algadrie alias Atika Makarim. Ibunya dikenal sebagai pendiri Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA).
Baca Juga: Omongan Nadiem Makarim di Podcast Deddy Corbuzier Viral Lagi: Saya Lahir di Keluarga Antikorupsi
Sang ibu juga merupakan lulusan Master of Education dari Harvard University, sekaligus salah satu pendiri majalah Femina.
Melansir dari laman Bung Hatta Anti Corruption Award, Atika Makarim aktif di berbagai gerakan, mulai dari anti-korupsi, pluralisme, hingga kegiatan sosial.
Sementara sang ayah, Nano Makarim, adalah aktivis angkatan 1966 yang ikut berperan menggulingkan rezim Orde Lama.
Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi ke Harvard Law School dan menjadi peneliti di Harvard Centre for International Affairs.
Nano Makarim juga pernah menjabat sebagai anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) pada 1967–1971.
Selain itu, ia dikenal juga sebagai penulis, kolumnis, serta pendiri beberapa yayasan seperti Yayasan Akasra, Yayasan Biodiversitas Indonesia, dan Yayasan Bambu Indonesia.
Berita Terkait
-
Omongan Nadiem Makarim di Podcast Deddy Corbuzier Viral Lagi: Saya Lahir di Keluarga Antikorupsi
-
Nadiem Makarim Tersangka Ganda? KPK Siap Susul Kejagung dalam Kasus Google Cloud?
-
Nadiem Bisa Lolos? Mahfud MD Temukan 1 Kesalahan Fatal di Kasusnya
-
Babak Baru Nadiem Makarim: Sudah Tersangka di Kejagung, Kini Dibayangi Status Tersangka dari KPK
-
Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Google Cloud Diteruskan, Meski Nadiem Makarim Sudah Tersangka
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Promo Sirup dan Biskuit di Indomaret 2026, Belanja Hemat buat Persiapan Lebaran
-
Bolehkah Menghirup Inhaler saat Puasa? Begini Hukumnya Menurut Syariat
-
Puasa Kurang Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Lebaran Idulfitri 1447 H
-
Niat Sholat Hajat 2 Rakaat di Bulan Ramadan, Amalkan Doa Ini Agar Segera Terkabul
-
Perjalanan Karier Vidi Aldiano Si "Duta Persahabatan", Menginspirasi Lewat Karya dan Resiliensi
-
Apa Keutamaan Wafat di Bulan Ramadan? Simak Penjelasannya dalam Islam
-
Muntah Apakah Membatalkan Puasa? Hukum Disengaja dan Tidak Ternyata Berbeda
-
Jadwal Lengkap One Way, Ganjil Genap dan Contra Flow Mudik Lebaran 2026, Jangan Sampai Kena Macet!
-
Awal Mula Vidi Aldiano Sakit, Perjalanan Panjang sang Musisi Melawan Kanker Ginjal
-
7 Maret 2026 Tarawih ke Berapa? Simak Keutamaannya Menurut Kitab Durratun Nashihin