Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk merombak susunan Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025) mengejutkan banyak pihak, termasuk mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Mahfud MD secara spesifik menyatakan kekagetannya terhadap pencopotan Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan (BG) dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
"Ya, kalau dari sudut politik agak kaget juga ya saya," ujar Mahfud MD, sembari menambahkan bahwa nama Budi Gunawan menjadi sorotan utama yang paling mengejutkan dari seluruh daftar reshuffle tersebut.
Guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) itu menduga kuat ada pertimbangan politis yang lebih kompleks di balik keputusan ini.
Menurutnya, alasan yang beredar di publik, yakni minimnya penampilan Budi Gunawan saat kerusuhan merebak beberapa waktu lalu, tidak cukup menjelaskan keseluruhan dinamika yang terjadi.
Mahfud MD menilai, latar belakang Budi Gunawan sebagai intelijen justru membuat ketidakhadiran di publik menjadi hal yang wajar.
Dalam dunia intelijen, peran dan pengaruh tidak selalu ditunjukkan lewat eksposur media, melainkan lewat strategi dan koordinasi di balik layar.
Kilas Balik Karier Gemilang Budi Gunawan: Dari Ajudan Presiden hingga Pimpinan Intelijen
Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si. adalah nama yang tak asing di kancah politik dan keamanan nasional.
Baca Juga: Budi Gunawan Dicopot Karena Tidak Mampu Cegah Kerusuhan? Ini Kata Mensesneg
Lahir di Surakarta pada 11 Desember 1959, rekam jejak Budi Gunawan sangat panjang dan cemerlang, baik di institusi Polri maupun lembaga intelijen negara.
Lulusan Akpol 1983 ini mengukuhkan kapasitas intelektualnya dengan meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti dengan predikat summa cum laude pada 2018.
Perjalanan karier Budi Gunawan dipenuhi posisi-posisi strategis:
- Ajudan Presiden dan Wakil Presiden
Budi Gunawan sempat menjabat Ajudan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri (1999-2001) dan berlanjut sebagai Ajudan Presiden RI hingga 2004. Kedekatan ini kerap disorot sebagai faktor penting dalam perjalanan kariernya.
- Puncak Karier di Polri
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size
-
3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy
-
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
-
3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional
-
Apa Itu Projection dalam Parfum? 3 Merek Lokal Ini Aromanya Tercium hingga 2 Meter
-
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Ini Tanggal, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
-
5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Kapan Hari Ayah di Indonesia? Beda dengan Tanggal Internasional, Ketahui Sejarahnya
-
Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya
-
Apa Itu Sillage Parfum? Ini 4 Rekomendasi Lokal yang Wanginya Semerbak saat Lewat