Meskipun demikian, Kirk pernah dikritik karena pandangannya tentang Katolik. Dalam sebuah diskusi, ia mempertanyakan apakah umat Katolik benar-benar Kristen, meskipun kemudian ia mengakui bahwa mereka adalah saudara seiman.
Warisannya dalam iman Kristen ditekankan oleh banyak tokoh setelah kematiannya. Gereja Dream City menyatakan bahwa Kirk "menginspirasi jutaan orang untuk teguh pada keyakinan Alkitabiah".
Evangelisme Kirk bukan hanya pribadi, tapi juga strategis. Ia melihat politik sebagai panggilan ilahi, di mana mendukung Trump adalah bagian dari perjuangan melawan "kejahatan sekuler".
Podcast dan bukunya, seperti "The MAGA Doctrine", sering menyisipkan referensi Alkitab untuk membenarkan posisi konservatifnya.
Kematian Charlie Kirk yang tiba-tiba membuat banyak orang Kristen evangelis berdoa untuknya.
Perjalanan Karier Charlie Kirk: Dari Aktivis ke Influencer Politik
Charlie Kirk lahir pada 1989 di pinggiran Chicago, Illinois. Sejak remaja, ia sudah menunjukkan minat kuat terhadap politik konservatif.
Pada usia 18 tahun, ia mendirikan Turning Point USA pada 2012, sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan membangun gerakan konservatif di kalangan mahasiswa kampus.
Organisasi ini dengan cepat berkembang menjadi kekuatan besar, mengadakan acara-acara besar seperti Turning Point Summit yang menarik ribuan pemuda.
Baca Juga: Charlie Kirk Siapanya Donald Trump? Selalu Dekat sampai Kematiannya
Kirk menjadi sekutu dekat Donald Trump, terutama selama kampanye 2016 dan 2020, di mana ia memobilisasi pemilih muda untuk mendukung agenda MAGA atau Make America Great Again.
Sebagai influencer, Kirk memiliki jutaan pengikut di media sosial, termasuk podcast "The Charlie Kirk Show" yang sering membahas isu-isu seperti imigrasi, hak senjata, dan nilai-nilai tradisional.
Dukungannya terhadap Trump membuatnya sering disebut sebagai "pemimpin generasi konservatif selanjutnya".
Namun, kariernya tidak lepas dari kontroversi. Salah satunya tuduhan mempromosikan nasionalisme Kristen yang ekstrem.
Pada 2024, Turning Point USA semakin condong ke arah isu-isu religius, dengan Kirk sering berbicara tentang "perang budaya" melawan sekularisme.
Tragedi penembakan Kirk terjadi pada Rabu malam waktu setempat di Utah Valley University. Saat sedang berpidato dan menjawab pertanyaan dari mahasiswa, Kirk ditembak dari jarak 100-200 yard, kemungkinan dari atap bangunan terdekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Berapa Harga Lipstik Dior? Simak 13 Varian dan Harganya
-
Transisi dari Kerja 9-5 ke Remote Work: Konsultasi Karir untuk Office Workers
-
Siapa Paling Hoki? Ini Daftar 5 Shio Beruntung dan Makmur di 27 Januari 2026
-
7 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Anak-Anak, Main di Luar Jadi Tenang
-
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
-
Belanja Sambil Selamatkan Bumi: Daur Ulang Plastik Jadi Gaya Hidup di Bali
-
3 Skincare PinkRoulette untuk Cerahkan Wajah, Salah Satunya Andalan Lula Lahfah
-
2 Pilihan Lipstik Purbasari yang Tahan Lama, Cocok untuk Sehari-hari
-
3 Menit Paham Tata Cara Hadorot Ziarah Kubur, Bekal Penting Nyekar Ramadan 1447 H
-
Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap untuk Ubah Takdir Buruk Jadi Baik