- Nama Sulthon Kamil menjadi sorotan publik dan trending di media sosial X.
- Sulthon Kamil diketahui merupakan vokalis band Harum Manis.
- Namanya disorot karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Suara.com - Nama Sulthon Kamil menjadi sorotan publik setelah dirinya terseret dalam dugaan kasus grooming dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Lantas, siapa sebenarnya Sulthon Kamil?
Vokalis band indie Harum Manis ini mendadak viral setelah beberapa akun media sosial membagikan tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan dirinya dengan sejumlah remaja perempuan.
Padahal, sebelum kasus ini mencuat, Sulthon Kamil dikenal sebagai musisi berbakat dengan lirik-lirik puitis dan gaya musik baroque pop yang unik.
Namun, kasus dugaan grooming yang menyeret namanya membuat publik ingin tahu lebih jauh tentang sosok Sulthon Kamil. Berikut ulasan lengkapnya.
Siapa Sulthon Kamil?
Sulthon Kamil adalah musisi muda asal Jakarta yang dikenal sebagai vokalis, gitaris, sekaligus pianis band indie Harum Manis.
Bersama rekannya, Adib Arkan, ia membentuk Harum Manis pada 2014 dengan genre unik baroque pop yang memadukan nuansa klasik dan lo-fi.
Popularitasnya meningkat pesat pada 2024 setelah Harum Manis merilis album debut Hentikan Pernikahan Ini. Lagu-lagu mereka viral di TikTok dan platform streaming.
Sulthon Kamil bahkan dijuluki "James Joyce" oleh para penggemarnya karena piawai merangkai lirik puitis.
Baca Juga: Vokalis Harum Manis Diduga Lakukan Pelecehan ke Anak di Bawah Umur, Lamunai Records Putus Kerja Sama
Ia pun sempat menjadi salah satu wajah baru yang digadang-gadang akan menjadi besar di industri musik indie Indonesia.
Namun, karier Sulthon Kamil di dunia musik tampaknya tidak panjang. Ia kini terseret dalam kasus dugaan grooming terhadap remaja di bawah umur., yang mengubah citranya secara drastis.
Awal Mula Kasus Pelecehan yang Menyeret Nama Sulthon Kamil
Salah satu akun X mengungkap bukti-bukti percakapan tersebut. Dari beberapa tangkapan layar, terlihat pola komunikasi Sulthon Kamil yang dianggap manipulatif terhadap korban.
Modus yang digunakan Sulthon Kamil pun bervariasi. Ia kerap memulai pendekatan dengan memberi like pada unggahan TikTok atau menonton Instagram Story calon korbannya.
Dari sana, komunikasi dilanjutkan ke percakapan pribadi yang berujung pada interaksi tidak pantas.
Berita Terkait
-
Vokalis Harum Manis Diduga Lakukan Pelecehan ke Anak di Bawah Umur, Lamunai Records Putus Kerja Sama
-
Alasan SO7 Tetap Manggung di Pestapora di Kala Puluhan Band Pilih Menarik Diri
-
Charly Setia Band Tetap Manggung di Pestapora, Sumbang Honor untuk Korban Freeport
-
Profil Band Harum Manis yang Viral di TikTok
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
-
Apakah Virus Nipah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medisnya
-
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
-
Cara Mencegah Terpapar Virus Nipah: Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya
-
3 Skincare Anti Aging Maudy Ayunda untuk Atasi Penuaan Dini, Ada Efek Botox-nya
-
Apa yang Terjadi Jika Anda Terkena Virus Nipah? Kenali Gejala dan Pencegahannya
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Cek Link dan Cara Daftarnya!
-
Apakah Sepatu Skechers Bisa Dicuci di Mesin Cuci? Ini 4 Serie-nya yang Washable
-
Bibir Kering Sebaiknya Pakai Lip Cream Apa? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 45 Tahun
-
Dari Ruang Kelas ke Forum Dunia: Cara Pelajar Indonesia Dilatih Jadi Diplomat Muda