Kondisi ini membuat publik mempertanyakan komitmen Zita terhadap tanggung jawabnya sebagai pejabat daerah.
Kritik deras mengalir karena tindakan tersebut dianggap menunjukkan kurangnya profesionalisme, terlebih di tengah ekspektasi tinggi masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat.
4. Aksi Bagi-Bagi Kopi
Setelah gelombang kritik terkait Starbucks, Zita dan sejumlah kader Partai Amanat Nasional (PAN) melakukan aksi bagi-bagi kopi gratis kepada masyarakat.
Aksi ini sempat disambut positif oleh sebagian pihak karena dinilai mendekatkan pejabat dengan publik.
Namun, tidak sedikit yang menilai langkah tersebut hanyalah strategi pencitraan semata. Publik mengaitkannya dengan upaya Zita untuk memperbaiki nama baik pasca insiden Starbucks.
Kritik bahkan semakin meluas hingga menyeret nama Presiden Prabowo Subianto, dengan desakan agar mempertimbangkan ulang posisi Zita sebagai Staf Khusus Presiden.
5. Pembatalan Seminar di Unpad
Kasus terbaru yang kembali memantik kekecewaan publik adalah ketika Zita batal hadir sebagai pembicara Seminar Nasional Magister Pariwisata di Unpad.
Baca Juga: Viral Rektor UI Diteriaki 'Zionis', Buntut Undang Pembela Genosida Israel?
Ia awalnya dikabarkan meminta perubahan format menjadi daring, namun setelah difasilitasi, ia tetap tidak muncul.
Absennya Zita tanpa kabar membuat warganet bereaksi keras, terlebih karena di saat bersamaan ia masih aktif membagikan aktivitas pribadi di gym.
Bagi sebagian publik, hal ini menunjukkan ketidakhadiran bukan karena kendala serius, melainkan lebih pada prioritas pribadi yang dianggap tidak menghargai forum akademik.
Terkait pembatalan sebagai pemateri tersebut, Zita sudah membuat klarifikasi. Ia mengaku bahwa keputusan pembatalan mendadak itu adalah sebuah kekeliruan.
Zita juga menjelaskan bahwa unggahan di pusat kebugaran itu adalah late post.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Zita Anjani Dapat Sindiran "Money Can't Buy Class" saat Tenteng Tas Mewah, Apa Artinya?
-
Misteri Iklan Prabowo di Bioskop, Siapa yang Bayar saat Tarifnya Terungkap?
-
Badai di Industri Tekstil! Raksasa Emiten Pan Brothers Keluar dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia
-
Jejak Kontroversi Rektor UI dan Alasan Diteriaki Zionis
-
Revolusi Logistik, Ratusan Truk Listrik Tanpa Awak Mulai Beroperasi, Manusia Resmi Tergantikan?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga