Suara.com - Forum Purnawirawan TNI telah menetapkan Roy Suryo sebagai ahli dalam proses pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebagai pakar telematika, Roy diminta untuk memperkuat landasan data dan argumentasi dalam mosi tersebut.
Menanggapi penunjukan itu, Roy Suryo telah menyusun berbagai dokumen pendukung dan analisis mendalam.
Roy Suryo mengungkapkan bahwa terdapat empat poin utama dalam upaya pemakzulan ini, yakni persoalan Mahkamah Konstitusi, aspek kapasitas dan kapabilitas, kontroversi akun Fufufafa, serta dugaan tindak korupsi.
Proses pemakzulan ini telah dimulai sejak 19 Agustus 2025, ditandai dengan pengiriman surat resmi ke DPR dan MPR oleh sejumlah tokoh militer, termasuk Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi dan Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto.
Landasan utama dari permohonan tersebut adalah putusan Mahkamah Konstitusi No. 90/PUU-XXI/2023 yang memungkinkan Gibran maju sebagai calon wakil presiden.
Para purnawirawan menilai keputusan itu cacat secara hukum karena adanya keterlibatan Anwar Usman, paman Gibran, yang saat itu menjabat sebagai Ketua MK, sehingga menimbulkan dugaan konflik kepentingan yang serius.
Penunjukkan ini membuat nama Roy Suryo makin dilirik publik. Banyak publik penasaran kiprah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut hingga ditunjuk sebagai ahli.
Profil Singkat Roy Suryo
Dr. H. Roy Suryo Notodiprojo, M.Kes., lahir di Yogyakarta pada 18 Juli 1968. Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi.
Baca Juga: Ijazah Gibran Digugat, Refly Harun Sebut Ada 'Cacat Bawaan': Posisi Wapres Aman, Tapi...
Keahliannya di bidang telematika, multimedia, dan informatika terbentuk melalui dedikasi dan minatnya yang mendalam pada teknologi.
Sejak awal kemunculannya, Roy Suryo dikenal sering menjadi narasumber di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik, untuk mengomentari isu-isu yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi.
Roy Suryo juga dikenal dengan analisisnya yang tajam mengenai otentisitas suatu rekaman, foto, atau video digital.
Rekam Jejak Roy Suryo
Sebelum terjun ke dunia politik, Roy Suryo telah membangun reputasi yang kuat sebagai ahli telematika. Ia sering dimintai analisis oleh kepolisian, lembaga hukum, hingga organisasi swasta dalam mengidentifikasi keaslian bukti digital.
Kiprah Roy Suryo mulai merambah dunia politik ketika ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Ia terpilih sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Waspada Isu Keamanan Agustus, Imam Besar FBR Ajak Warga Betawi Jaga Kampung dan Tolak Hoaks
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026
-
Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya
-
Trisno Pas Band Meninggal Dunia Usai Bertahan Melawan Komplikasi Penyakit
-
Pagar Tinggi Mal Picu Spekulasi, Polisi: Jangan Buat Gaduh, Jakarta Masih Aman!
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan
-
Ramalan Zodiak Bulan Agustus 2026: Siapa yang Paling Beruntung?
-
Harga Resmi Chery Q di GIIAS 2026 Mulai Rp 239 Jutaan, Cek Spesifikasi Mobil Listrik Ini
-
Dijaga Ketat 7 Ribu Personel, Ribuan Jemaah Mulai Padati Monas Jelang Zikir Bersama Prabowo