Suara.com - Gaya hidup urban terus mengalami pergeseran. Jika dulu banyak orang mendambakan tinggal di pusat kota, kini kawasan penyangga dengan konsep kota mandiri semakin dilirik.
Alasannya sederhana: akses transportasi yang mudah dan fasilitas hidup yang lengkap memberi kenyamanan baru bagi keluarga muda maupun profesional.
Fenomena ini tampak jelas di Tangerang Raya, yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh menjadi destinasi hunian populer. Selain dekat dengan Jakarta, kawasan ini ditopang oleh infrastruktur jalan tol dan transportasi umum yang terus berkembang.
1. Akses Transportasi Jadi Prioritas
Mobilitas menjadi faktor penting bagi warga urban. Akses tol yang terkoneksi langsung dengan Jakarta dan kota sekitar memberi nilai tambah besar. Dengan perjalanan lebih singkat, waktu bersama keluarga atau aktivitas pribadi jadi lebih banyak.
2. Fasilitas Kota yang Lengkap
Kota mandiri kini tak sekadar perumahan, melainkan ekosistem lengkap. Kehadiran pasar modern, ruang terbuka hijau, hingga jogging track memungkinkan penghuni menjalani gaya hidup sehat tanpa harus bepergian jauh.
3. Hunian dan Area Komersial Terintegrasi
Generasi urban menginginkan kenyamanan tinggal sekaligus peluang usaha. Ruko modern dan perumahan berdesain fungsional membuat kawasan ini jadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin hidup praktis.
Baca Juga: Rahasia Gading Serpong Jadi Pusat Gaya Hidup Anak Muda dan Ladang Cuan Bagi Pebisnis
4. Potensi Investasi Kawasan
Selain kenyamanan, kota mandiri juga dilihat sebagai investasi jangka panjang. Semakin lengkap fasilitas dan infrastrukturnya, semakin tinggi pula nilai properti dan daya tarik ekonominya.
Tren inilah yang terlihat dari pengembangan Paramount Petals di Tangerang. Kawasan ini tengah menyelesaikan pembangunan akses tol di KM 25 ruas Jakarta–Merak yang progresnya sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan rampung akhir 2025. Kehadiran tol ini akan memangkas waktu tempuh sekaligus membuka akses lebih luas ke berbagai pusat aktivitas.
Direktur Paramount Land, Henry Napitupulu, menegaskan bahwa pembangunan akses tol menjadi langkah penting untuk mendukung kebutuhan masyarakat urban.
“Keberadaan akses tol ini akan semakin memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan nilai kawasan. Kami ingin menghadirkan kota mandiri yang bisa diakses dengan lebih cepat dan nyaman,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sementara itu, Managing Director Paramount Petals, Ferry John, menambahkan bahwa kemajuan pembangunan tidak hanya terlihat dari infrastruktur jalan.
“Fasilitas kota terus kami kembangkan, seperti Community Club, Taman Rasa, dan Pasar Modern. Semua ini dirancang untuk menunjang gaya hidup masyarakat modern yang aktif,” jelasnya.
Perkembangan kota mandiri dengan akses transportasi memadai menunjukkan bagaimana gaya hidup urban di Indonesia kian bergeser. Tidak lagi terbatas pada pusat kota, melainkan merambah kawasan penyangga yang mampu menghadirkan kenyamanan hidup, peluang usaha, sekaligus ruang tumbuh bagi generasi berikutnya.
Berita Terkait
-
Pijat Bukan Sekadar Relaksasi: Cara Alami Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
-
Standar Hidup Ala TikTok: Keren di Luar, Capek di Dalam?
-
3 Fakta Mengejutkan di Balik Surat Sakti Bupati Bogor untuk ASN Hedon
-
Ini Isi Surat Sakti Bupati Bogor untuk ASN Hedon, Larangan Pamer Harta dan Gaya Hidup Mewah
-
Gen Z dan Dompet Kosong? Mengungkap Gaya Hidup Cashless dan Wi-Fi Only yang Bikin Geleng Kepala
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul