- M Qodari resmi naik pangkat dan jabatan sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto.
- Kekayaan M Qodari pun turut menuai atensi lantaran jumlahnya fantastis di LHKPN.
- Tak tanggung-tanggung, jumlahnya menembus Rp261 miliar dengan koleksi 176 bidang tanah.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Rabu (17/9/2025). M Qodari naik pangkat lantaran sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan.
Qodari mulai masuk ke Istana sejak Presiden Prabowo resmi melantiknya sebagai Wakil KSP pada 21 Oktober 2024. Kini, Qodari naik jabatan menggantikan seniornya A.M. Putranto.
Sebelum berkarier di Istana, Qodari selama ini dikenal sebagai akademisi. Dia mendirikan lembaga survei, yang salah satunya berfokus pada penghitungan hasil pemilu bernama Indobarometer.
Setelah bergabung dalam pemerintahan, Qodari akan menerima hak keuangan seperti diatur dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2015 tentang Besaran Hak Keuangan bagi Deputi, Staf Khusus dan Tenaga Profesional pada Kantor Staf Presiden.
Dari peraturan tersebut, jabatan tertinggi pada Kantor Staf Presiden bisa saja setara Deputi. Jabatan tersebut akan diberi hak keuangan senilai Rp51 juta per bulan. Hak keuangan tersebut akan dibayarkan setiap bulan.
Berbeda dengan sistem penggajian PNS yang memiliki perincian berupa gaji pokok dan tunjangan, tiga jabatan di Kantor Staf Presiden digaji dengan sistem single salary.
Berdasarkan Pasal 4 aturan yang sama, hak keuangan merupakan pendapatan keseluruhan yang diterima oleh Deputi, Staf Khusus, dan Tenaga Profesional pada Kantor Staf Presiden sudah termasuk di dalamnya Gaji Dasar, Tunjangan Kinerja, dan Pajak Penghasilan.
Namun demikian, hak keuangan bagi Deputi, Staf Khusus, dan Tenaga Profesional pada Kantor Staf Presiden yang berasal dari Pegawai Negeri, dibayarkan sebesar selisih antara hak keuangan dengan penghasilan yang diterima sebagai Pegawai Negeri.
Bersamaan dengan itu, menarik disimak kekayaan Kepala KSP baru M Qodari.
Baca Juga: Mr. Q Ungkap 3 Alasan Mengejutkan Prabowo Ampuni Hasto & Tom Lembong
Kekayaan Qodari: Punya 176 Bidang Tanah, Hartanya Capai Rp261 Miliar
Di balik gaji dan segenap fasilitas sebagai pegawai pemerintah, Qodari ternyata memiliki kekayaan lain. Catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menyebutkan bahwa dia memiliki kekayaan senilai Rp261 miliar. Dari total kekayaan ini, Rp182 miliar di antaranya berupa tanah dan bangunan.
Qodari diketahui punya 176 bidang tanah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan bisa lintas pulau. Tanah-tanahnya antara lain berada di Jakarta, Depok, Palangkaraya, Lombok Utara, dan Sukabumi. Tanah milik Qodari juga berada di Balikpapan, Bandar Lampung, dan Kabupaten Lampung Utara.
Bukan cuma tanah, Qodari memiliki alat transportasi dan mesin dengan total Rp933 juta. Dia memarkir satu unit Kijang Innova 2018 senilai Rp284 juta, mobil Neta 2024 Rp299 juta, motor Honda CMX 500 Rebel 2020 Rp150 juta, serta mobil listrik Wuling Air Rp200 juta.
Qodari menambah pundi-pundi kekayaan dengan harta bergerak lainnya Rp9,8 miliar dan surat berharga Rp475 juta.
Tugas Qodari di KSP
Untuk diketahui, Kantor Staf Presiden, tempat Qodari kini bekerja, memiliki tugas dan fungsi memberi dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.
Dalam pelaksanaan tugasnya akan melakukan fungsi pengendalian dalam rangka memastikan bahwa program-program prioritas nasional dilaksanakan sesuai visi dan misi Presiden.
Selain melakukan pengendalian, Kantor Staf Presiden juga melaksanakan fungsi memberikan dukungan percepatan pelaksanaan, monitor dan evaluasi program prioritas nasional dan isu strategis, menyelesaikan masalah secara komprehensif terhadap program-program prioritas nasional yang dalam pelaksanaannya mengalami hambatan, pengelolaan isu strategis.
Fungsi lain dari Kantor Staf Presiden adalah bertanggung jawab atas pengelolaan strategi komunikasi politik dan diseminasi informasi, termasuk penyampaian analisis data dan informasi strategis dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
5 Parfum Lokal Tahan Seharian Versi Lifni Sanders, Nggak Perlu Retouch
-
Beda Two Way Cake dan Compact Powder, Mana yang Lebih Bagus?
-
4 Alternatif Sepatu Lari ASICS selain Novablast 5, Cocok untuk Daily Trainer Maupun Long Run
-
Listrik PLN Mati Lapor Ke Mana? Ini Panduan Meminta Kompensasi
-
Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
-
Agar Wanginya Tahan Lama, Parfum Sebaiknya Disemprot di Kulit atau Baju?
-
BrookFarm Gelar Almond Run 2026 di GBK, Targetkan Lebih dari 5.000 Peserta
-
5 Panduan Memilih Ukuran Sepatu Lari yang Benar, Kaki Nyaman Bebas Cedera
-
Apakah Sepatu Slip-On Bisa untuk Olahraga? Ini 4 Rekomendasinya yang Cocok
-
Berapa Lama Pemadaman Listrik PLN yang Normal?