- Armand Duplantis pecahkan rekor dunia ke-14 dengan lompatan 6,30 meter di World Athletics Championship 2025.
- Atlet berusia 25 tahun ini sudah meraih delapan emas global dan mendominasi lompat galah sejak 2020.
- Duplantis kini dianggap ikon baru atletik dunia, disejajarkan dengan legenda Sergey Bubka.
Suara.com - Armand “Mondo” Duplantis kembali membuat sejarah di dunia atletik. Pelompat galah asal Swedia itu sukses menorehkan rekor dunia ke-14 sekaligus meraih gelar juara dunia untuk ketiga kali di nomor lompat galah putra secara berturut-turut pada ajang World Athletics Championship 2025 di Stadion Nasional Jepang, Senin (15/9) malam.
Dalam percobaan terakhirnya, Duplantis berhasil melompati ketinggian 6,30 meter, menjadi manusia pertama yang melampaui batas tersebut. Ribuan penonton tetap bertahan hingga larut malam untuk menyaksikan aksi bintang atletik modern itu.
“Sungguh luar biasa. Memberikan rekor dunia ini kepada kalian adalah sesuatu yang luar biasa. Saya sangat bahagia,” kata Duplantis dikutip dari BBC Sport (15/9/2025).
Atlet berusia 25 tahun itu sebelumnya memastikan medali emas dengan lompatan 6,15 meter, mengakhiri perlawanan ketat dari Emmanouil Karalis asal Yunani.
Sepanjang karier, ia telah memecahkan rekor dunia sebanyak 14 kali sepanjang kariernya dan terus mendominasi olahraga lompat galah dengan kemenangan berturut-turut di berbagai kejuaraan besar, termasuk Olimpiade dan final Diamond League.
Prestasi ini juga mengukuhkan Duplantis sebagai pelompat galah terbaik sekaligus atlet yang paling sering memecahkan rekor dunia dalam sejarah nomor ini.
Siapa Itu Armand Duplantis?
Armand Gustav "Mondo" Duplantis adalah atlet lompat galah berkebangsaan Swedia-Amerika yang lahir pada 10 November 1999 di Lafayette, Louisiana, Amerika Serikat.
Armand Duplantis lahir di tengah keluarga atlet. Ayahnya yang berkebangsaan Amerika, Greg Duplantis merupakan mantan pelompat galah dengan rekor pribadi 5,80 meter.
Baca Juga: Ini Baru Wakil Rakyat! Di Swedia, Gaji Parlemen Tak Jauh Beda dari Gaji Guru dan Naik Bus
Sementara itu, ibunya yang berasal dari Swedia, Helena, adalah mantan atlet heptathlon sekaligus pemain bola voli.
Berbagai prestasi telah ditorehkan bahkan sejak masih usia remaja. Karier Duplantis dimulai dengan meraih medali perunggu di tahun 2016 dan medali emas di tahun 2018 pada ajang World Athletics U20 Championship.
Pada level senior, dia tampil dominan dengan memenangkan delapan gelar juara dunia senior, dua kali juara Olimpiade (2020 dan 2024), tiga kali juara dunia outdoor (2022, 2023, dan 2025), serta tiga kali juara dunia indoor (2022, 2024, dan 2025).
Ikon Baru Olahraga Atletik
Keberhasilan di Tokyo memperpanjang rentetan kemenangan Duplantis menjadi 37 kompetisi sejak Juli 2023.
Ia kini telah menyapu bersih delapan medali emas global baik di arena indoor maupun outdoor, termasuk mempertahankan gelar Olimpiade di Paris 2024 – pencapaian yang belum terjadi dalam 68 tahun terakhir
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa