Banyak influencer memanfaatkan tren ini untuk menjual produk seperti pita mulut, bubuk penambah tidur, hingga suplemen sleepmax gummies yang mengandung melatonin. Padahal, di beberapa negara seperti Inggris, melatonin hanya boleh diperoleh melalui resep dokter.
Selain itu, American Academy of Sleep Medicine menegaskan bahwa penggunaan melatonin pada orang dewasa untuk mengatasi insomnia tidak dianjurkan karena bukti ilmiahnya tidak konsisten.
Efek positif yang dirasakan pasien sering kali disebabkan oleh plasebo, yakni keyakinan bahwa obat akan bekerja meski sebenarnya tidak memiliki kandungan aktif.
Fenomena sleepmaxxing menggambarkan bagaimana media sosial mampu menormalisasi praktik kesehatan yang tidak berdasar. Meski tidur berkualitas memang krusial untuk menjaga kesehatan, obsesi berlebihan untuk mendapatkannya justru berpotensi menimbulkan dampak sebaliknya.
Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi tren kesehatan di media sosial. Konsultasi dengan tenaga medis profesional tetap menjadi langkah yang paling tepat dalam mengatasi gangguan tidur sehingga kita bisa menghindari risiko yang mungkin baru dirasakan beberapa tahun setelahnya.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli