Suara.com - Festival Literasi Aceh digelar untuk menciptakan ruang bagi 15.000 siswa madrasah dan sekolah di seluruh Aceh untuk menjadi storyteller kearifan lokal, yaitu menjadi anak muda yang mampu menulis, berkisah, dan mewariskan identitas budaya Aceh melalui karya tulisan.
Pelaksanaan Festival Literasi Aceh dimulai dengan koordinasi resmi pada 18 Juli 2025 di Kantor Wilayah Kemenag Aceh.
“Aceh bisa lebih dari 15.000 peserta. Kalau ini bisa dilaksanakan dengan baik, saya percaya gerakan literasi ini akan sangat bermanfaat bagi guru dan siswa kita,” ujar Kakanwil Kemenag Prov. Aceh, Drs. H. Azhari, M.M.
Festival ini bukan sekadar lomba menulis tapi juga ruang untuk menciptakan storyteller Aceh, anak-anak yang bangga pada budaya dan mampu menuangkannya dalam karya.
Khairul Azhar, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh menyampaikan bahwa program ini bisa jadi momen untuk berkarya dan menorehkan prestasi di tingkat provinsi dan nasional.
“Kepada seluruh Madrasah di Aceh, untuk mengikuti Festival Literasi Aceh. Waktunya guru dan siswa menyalakan semangat literasi, menghasilkan karya terbaik dan menorehkan prestasi di panggung provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Program ini terbuka untuk SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK di seluruh Provinsi Aceh. Selain kompetisi, sekolah peserta mendapatkan pendampingan menyeluruh yang mencakup pelatihan tim literasi dan guru; workshop serta sertifikasi kompetensi; lomba penulisan karya; penerbitan dan percetakan buku antologi sekolah; website literasi sekolah; pemberian penghargaan dan hadiah literasi hingga ratusan juta rupiah; serta puncak acara Festival Literasi Aceh #1.
Sementara itu, Agus Jumaidi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar menyampaikan agar seluruh sekolah, khususnya di Kab. Aceh Besar untuk mengikuti program ini.
“Saya mengajak seluruh sekolah di Aceh Besar untuk bersama-sama menguatkan semangat literasi dengan mengikuti Festival Literasi Aceh,” ujarnya.
Baca Juga: Festival Literasi Balikpapan ke-4 Segera Digelar, Pendaftaran Dibuka hingga 14 Oktober 2024
Di kesempatan lain, Saifuddin selaku Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, juga menyampaikan dukungannya pada program ini dan mengajak madrasah di Kabupaten Aceh Besar untuk berpartisipasi dalam program ini.
“Melalui Festival Literasi Aceh, mari kita buka peluang bagi siswa dan guru untuk berkarya, menulis buku dan berprestasi di ajang literasi tingkat provinsi dan nasional untuk mewujudkan Madrasah hebat dan bermartabat,” ujarnya.
Dengan semangat “Aceh Carong, Aceh Berkarya,” gerakan ini menargetkan dampak ganda: peningkatan kompetensi literasi siswa sekaligus penguatan identitas budaya melalui tulisan.
Pendaftaran peserta dibuka hingga 20 Desember 2025 melalui situs resmi: www.festivalliterasiaceh.id.
Program ini diinisiasi oleh Nyalanesia berkolaborasi dengan MIN 27 Aceh Besar sebagai Sekolah Penggerak Literasi, serta didukung oleh Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, dan Kantor Kemenag Aceh Besar. ***
Berita Terkait
-
Fenomena Auroreg di Malang, Aurora Finlandia dengan Kearifan Lokal?
-
Maulid Nabi Berakhir Duka: Mengenal Tradisi Warga Bogor yang Tercoreng Tragedi Runtuhnya Mushola
-
Ulasan Novel Kokokan Mencari Arumbawangi: Suara Perempuan untuk Lingkungan
-
Unik, Mengangkat Warisan Budaya dan Kearifan Lokal Lewat Kejuaraan Domino Nasional
-
Akar Lokal untuk Krisis Global: Bisa Apa Desa terhadap Perubahan Iklim?
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Daftar Harga 5 Lipsstik Dior yang Asli, Tahan Lama dan Tak Bikin Bibir Kering
-
6 Ciri Lipstik Maybelline Asli dan Palsu Agar Bibir Tidak Menghitam
-
5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
-
Serum Dulu atau Moisturizer Dulu? Ini Urutan Skincare yang Benar untuk Kulit Sehat
-
6 Zodiak yang Tak Cocok Jadi Pasangan Gemini, Hubungan dengan Scorpio Bakal Toxic
-
9 Rekomendasi Facial Wash Paling Murah di Indomaret, Mulai Rp15 Ribuan
-
5 Parfum Travel Size Lokal yang Wanginya Tahan Lama dan Praktis Dibawa Kemana Saja
-
BRI Promo Spesial Hello Kitty x Jisoo di Kota Kasablanka: Borong Merchandise Dapat Cashback Seru
-
Shio Apa yang Paling Pelit? Ternyata Ini Juaranya
-
Punya 12 Altar Dewa Dewi Agung, Kelenteng Tian Fu Gong Bakal Jadi Wisata Religi Baru di Jakarta