Suara.com - Penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai teknologi baru dalam kegiatan belajar-mengajar tampaknya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa.
Hal ini terungkap dari berbagai laporan dari siswa-siswi di Jakarta yang baru-baru ini mencoba IFP di kelasnya.
“Kita bisa belajar dengan lebih senang dan banyak interaksi yang lebih kreatif dan lebih luas,” ungkap Muhammad Rizqiullah Azka, siswa SMP 19 Jakarta yang sudah mencoba IFP.
Tidak seperti smart TV atau televisi pintar yang hanya menampilkan gambar, IFP memungkinkan murid dan guru untuk langsung menulis, menggambar, hingga berinteraksi langsung di layar.
Dengan dukungan aplikasi Rumah Pendidikan, interactive flat panel memang dirancang untuk memudahkan siswa belajar sekaligus meningkatkan interaksi dengan guru. Untuk lebih jelasnya, berikut fungsi dan informasi harga serta spesifikasi IFP.
Fungsi IFP di Sekolah
Interactive Flat Panel memiliki beragam fungsi yang dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar di kelas. Beberapa di antaranya adalah:
- Sebagai papan tulis digital
Guru dapat menulis, menggambar, atau menambahkan catatan secara langsung di layar tanpa perlu kapur atau spidol. Hal ini membuat proses pembelajaran lebih praktis dan minim polusi debu. - Mendukung pembelajaran interaktif
Siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif. Dengan IFP, mereka bisa ikut menulis, menggambar, atau mengerjakan soal langsung di layar sehingga tercipta pembelajaran dua arah yang lebih menarik. - Integrasi dengan aplikasi edukasi
IFP dapat terhubung dengan berbagai aplikasi, salah satunya Rumah Pendidikan, yang menyediakan materi ajar, latihan soal, hingga modul pembelajaran digital. - Media presentasi multimedia
Guru bisa menayangkan video, animasi, atau simulasi sains secara langsung di layar besar. Hal ini membuat materi yang sulit dipahami bisa lebih mudah dimengerti dengan bantuan visualisasi. - Kolaborasi kelompok
Fitur layar sentuh memungkinkan beberapa siswa mengakses panel secara bersamaan. Misalnya, mereka dapat mengerjakan soal matematika atau membuat mind map kelompok secara interaktif. - Merekam dan menyimpan materi ajar
Semua catatan yang ditulis di layar dapat disimpan secara digital, lalu dibagikan kembali kepada siswa. Dengan begitu, mereka tetap bisa mengulang pelajaran di rumah tanpa khawatir kehilangan catatan penting. - Akses jarak jauh
IFP juga mendukung pembelajaran hybrid. Guru bisa mengajar di kelas sekaligus menyiarkan materi ke siswa yang belajar dari rumah, sehingga kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Harga dan Spesifikasi IFP
Sebagai perangkat canggih, IFP hadir dengan berbagai pilihan ukuran dan spesifikasi. Rata-rata layar yang digunakan berukuran mulai dari 65 inci hingga 86 inci, dengan resolusi 4K Ultra HD untuk kualitas gambar yang jernih.
Baca Juga: Mahal Banget? Intip Biaya Sekolah SMA di Singapura seperti Gibran dan Kaesang
Beberapa spesifikasi umum yang biasanya terdapat pada IFP:
- Layar sentuh multi-touch hingga 20 titik sentuhan, memungkinkan banyak siswa berinteraksi sekaligus.
- Sistem operasi ganda (Android dan Windows) yang memudahkan penggunaan berbagai aplikasi.
- Konektivitas lengkap seperti HDMI, USB, Wi-Fi, dan Bluetooth.
- Audio terintegrasi dengan speaker bawaan, sehingga tidak perlu perangkat tambahan untuk memutar suara.
- Daya tahan tinggi dengan kaca anti-gores dan desain kokoh agar awet digunakan dalam jangka panjang.
Untuk harga, IFP yang saat ini beredar di pasaran Indonesia memiliki rentang bervariasi. Rata-rata harga berada di kisaran Rp35 juta hingga Rp75 juta per unit, tergantung merek, ukuran layar, serta kelengkapan fitur yang ditawarkan.
Dengan investasi tersebut, sekolah diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Pemerintah telah mulai mendistribusikan perangkat IFP ke sekolah-sekolah di berbagai daerah. Program ini merupakan salah satu upaya mendukung digitalisasi pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di ruang kelas.
Menurut keterangan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga saat ini proses distribusi perangkat sudah berjalan dengan progres sekitar 10 persen dari total target 330 ribu sekolah yang ditetapkan untuk menerima IFP hingga tahun 2025.
Tahap awal distribusi dimulai di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Setelah itu, sekolah-sekolah di daerah lain akan mendapatkan giliran pada tahap berikutnya.
Berita Terkait
-
Mandiri Peduli Sekolah Tingkatkan Sarana Belajar Layak bagi Siswa di Wilayah Jabodetabek
-
Terpopuler: Berapa SPP di Sekolahnya Gibran? Sehari 10 Ribu Masih Bisa Nabung
-
Sekolah Membunuh Rasa, Lalu Apa Kabar Kreativitas Kita?
-
Kurikulum Internasional dan Regulasi Nasional: Formula Baru Pendidikan Masa Depan
-
Remaja Main Game Lebih Lama dari Waktu Sekolah, Pakar Ingatkan Resiko
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih
-
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?
-
Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen
-
Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara
-
PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
-
Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears
-
Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen
-
Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli
-
Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?
-
Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?