- Pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir, menemui Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi.
- Dalam pertemuan tersebut, Abu Bakar Ba'asyir memberikan nasihat agar Jokowi lebih mengabdi kepada Islam.
- Berikut profil dan rekam jejak dari Abu Bakar Ba'asyir.
Demi membantu perekonomian keluarga, ia pernah bekerja selama satu setengah tahun membantu kakaknya mengelola usaha tenun.
Pada tahun 1959–1963, Abu Bakar Ba'asyir melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, atas bantuan biaya dari dua kakaknya.
Setelah lulus dari Gontor, ia melanjutkan kuliah di Universitas Al-Irsyad Surakarta dengan mengambil jurusan Dakwah.
Jauh sebelum dikenal sebagai mubalig, ia sudah aktif di berbagai organisasi Islam.
Tahun 1956, ia aktif sebagai sekretaris tingkat kecamatan dalam Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII).
Tahun 1961, ia menjabat sebagai ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) ranting Pondok Pesantren Gontor.
Kemudian pada tahun 1966, ia menjadi ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) cabang Surakarta.
Ia juga pernah menjabat sebagai sekretaris umum Pemuda Al-Irsyad cabang Surakarta.
Berbagai pengalaman organisasinya telah banyak menempa pribadi Abu Bakar Ba'asyir dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial maupun keagamaan.
Baca Juga: Nasihat Mengejutkan Abu Bakar Ba'asyir untuk Jokowi: Rakyat, Pemimpin, Kafir Harus Dinasehati!
Pada tahun 1967, bersama sahabat karibnya, Ustadz Abdullah Sungkar dan Ustadz Hasan Basri, ia mendirikan pemancar Radio Dakwah Islamiyah Al-Irsyad Broadcasting Commission.
Lalu pada tahun 1969, mereka mendirikan Radio Dakwah Islamiyah Surakarta (RADIS). Namun, pada tahun 1975, pemerintah melarang RADIS mengudara.
Meski demikian, radio bukanlah satu-satunya media dakwah. Setelah penutupan RADIS, Abu Bakar Ba'asyir kemudian mengalihkan fokusnya pada bidang pendidikan.
Atas inisiatif bersama sahabatnya, Ustadz Abdullah Sungkar, pada tahun 1972 mereka mendirikan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki.
Saat itu, Ustadz Abdullah Sungkar menjabat sebagai ketua yayasan, sedangkan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dipercaya sebagai pimpinan pesantren.
Lebih lanjut, Abu Bakar Ba'asyir pernah dikaitkan dengan sejumlah jaringan radikal, salah satunyaa adalah Jemaah Islamiyah (JI).
Namanya bahkan selalu disebut-sebut dalam kasus-kasus besar, termasuk peristiwa Bom Bali yang terjadi pada 2002 silam.
Berita Terkait
-
Kenapa Abu Bakar Ba'asyir Mendadak Temui Jokowi? Misteri Pertemuan 20 Menit Dua Tokoh Kontras
-
Nasihat Mengejutkan Abu Bakar Ba'asyir untuk Jokowi: Rakyat, Pemimpin, Kafir Harus Dinasehati!
-
Siapa Abu Bakar Baasyir? Mantan Ulama Radikal Baru Saja Temui Jokowi di Kediaman Solo
-
Detik-detik Jokowi Cium Tangan Abu Bakar Ba'asyir, hingga Diberi Wejangan Tegas
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali