Suara.com - Tragedi yang mengguncang Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, pada akhir September 2025 lalu menyisakan duka mendalam bagi seluruh masyarakat.
Di balik reruntuhan bangunan 4 lantai yang ambruk, terdapat kisah mengharukan yang menyentuh hati banyak orang.
Tim SAR menemukan seorang santri dalam kondisi yang sangat istimewa yakni meninggal dunia dalam posisi sujud. Santri itu diketahui bernama Rafi Catur Okta Mulya, seorang remaja berusia 17 tahun.
Simak profil Rafi Catur, santri Al Khoziny yang ditemukan meninggal dalam posisi sujud berikut ini.
Profil Rafi Catur
Rafi Catur Okta Mulya adalah santri Pondok Pesantren Al Khoziny yang berasal dari Surabaya.
Menurut data identifikasi, dia merupakan warga Jalan Putat Jaya Sekolahan 2/42, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Setelah berhasil diidentifikasi melalui sidik jari, gigi, dan data medis, jenazahnya dimakamkan di Jember.
Keberadaan Rafi Catur di bawah reruntuhan menjadi salah satu fokus utama tim SAR, terutama karena posisinya yang berdekatan dengan Syehlendra Haical Raka Aditya atau yang akrab disapa Haikal, seorang santri berusia 13 tahun yang berhasil diselamatkan. Proses evakuasi keduanya sangat dramatis dan penuh tantangan.
Rafi Catur ditemukan dalam kondisi sujud, sebuah posisi yang sangat religius dan penuh makna, tepat di samping Haikal yang berhasil bertahan hidup.
Awalnya, tim SAR berencana mengevakuasi Haikal terlebih dahulu. Namun, karena posisi mereka yang sangat berdekatan, Rafi harus dievakuasi lebih dulu.
Baca Juga: Tinjau Langsung Ponpes Al Khoziny yang Ambruk, Begini Pesan Menag Nasaruddin Umar
Rafi Catur adalah korban ke-12 yang berhasil dievakuasi oleh Tim SAR. Dia ditemukan pada Kamis, 2 Oktober 2025, pukul 14.47 WIB.
Setelah Rafi berhasil diangkat, tim SAR kemudian melanjutkan evakuasi Haikal. Tak lama berselang pada pukul 15.22 WIB, Haikal berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan.
Menurut Kasubdit RPDO Basarnas Emi Freezer, ada 15 titik yang diduga terdapat korban reruntuhan, terbagi dalam 7 yang berstatus hitam dan sisanya merah.
Dia menyebut area tempat Rafi ditemukan masuk dalam kategori hitam yang berarti tidak ada tanda-tanda kehidupan. Sementara merah adalah korban masih bernapas dan dapat memberikan respons terhadap suara.
Kronologi Ponpes Al Khoziny Ambruk
Peristiwa pilu ini terjadi di musala 4 lantai Pondok Pesantren Al-Khoziny yang terletak di Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin, 29 September 2025 sekitar pukul 15.35 WIB. Musala ini merupakan salah satu bangunan utama dan pusat kegiatan ibadah bagi para santri.
Saat kejadian, musala sedang padat dengan aktivitas salat Ashar berjemaah, yang membuat jumlah korban terdampak menjadi signifikan. Ketika ambruk, para santri tengah melaksanakan salat Asar rakaat kedua. Tiba-tiba, bangunan pesantren ambruk sehingga menjebak puluhan santri di bawah puing-puing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa