- Sepekan berlalu, proses evakuasi korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo masih berjalan.
- Jumlah korban atas tragedi ini pun terus bertambah menurut data yang disampaian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
- Update terbaru dari BNPB disampaikan pada Senin, 6 Oktober 2025. Ini data terkini korban yang ditemukan.
Suara.com - Genap sepekan pascakejadian runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Proses evakuasi korban pun terus dilakukan oleh tim gabungan.
Jumlah korban akibat tragedi ini terus bertambah. Publik ikut mengawasi proses evakuasi hingga kata kunci terkait berapa jumlah terkini korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo trending di Google pada Senin (6/10/2025).
Selama proses evakuasi berlangsung, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbaharui data jumlah korban dan mengumumkannya ke publik.
Update terbaru disampaikan pihak BNPB melalui keterangan pers pada Senin (6/10/2025) sekitar pukul 09.45 WIB. Berdasarkan data tersebut, berapa jumlah terbaru korban Ponpes Al Khoziny?
Update Data Terbaru Korban Ponpes Al Khoziny
Update data disampaikan oleh Mayjen TNI Budi Irawan, S.I.P, M.Si., selaku Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB. Keterangan pers tersebut disiarkan resmi melalui kanal YouTube BNPB Indonesia.
"Total dari korban semuanya (yang dipastikan selamat dan meninggal) ada 154 orang, yang selamat ada 104, kemudian yang meninggal (ada) 50," jelas Mayjen TNI Budi Irawan, dilansir dari YouTube BNPB Indonesia pada Senin (6/10/2025).
Sampai sekarang, proses pencarian korban masih terus berlangsung. Diperkirakan masih ada sekitar 13 korban lagi yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan dan diupayakan untuk dievakuasi sesegera mungkin.
"Perkiraan masih ada 13 orang yang ada di reruntuhan gedung. Kami baru saja dibisikkin oleh Kapusdatin (Pusat Data dan Teknologi Informasi) bahwa korban kali ini di sepanjang tahun 2025, ini adalah korban yang cukup besar menurut BNPB," imbuhnya.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan bahwa tim gabungan akan berusaha untuk menyelesaikan pencarian korban pada hari ini, Senin (6/10/2025).
Baca Juga: Identifikasi Puluhan Jasad di Ponpes Al Khoziny, Tim DVI Pakai Foto Senyum Para Santri, Mengapa?
"Kami menargetkan dari BNPB, hari ini kami akan selesaikan pencarian korban. Dari BASARNAS maupun dari pihak Kodim sudah mengatur schedule diharapkan kita akan selesai evakuasi yang diperkirakan tinggal 13 orang," tandas Mayjen TNI Budi Irawan.
Seluruh jenazah yang sudah dievakuasi dari reruntuhkan kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Surabaya untuk diidentifikasi.
Kronologi Runtuhnya Ponpes Al Khoziny
Pada Senin, 29 September 2025, musala di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, mendadak ambruk saat para santri sedang salat Ashar berjamaah sekitar pukul 15.00 WIB.
Sebelum runtuh total, beberapa saksi mengatakan bangunan sempat bergoyang dan terdengar suara gemuruh seperti getaran seperti gempa.
Gedung itu tengah dalam tahap pengecoran lantai paling atas (deck) sejak pagi hari, sebagai bagian dari rencana perluasan atau renovasi.
Pada saat salat Ashar, bangunan baru saja dicor untuk area dek atas dan beban tambahan yang diteruskan ke struktur bawah diduga menjadi pemicu runtuhnya.
Begitu bangunan ambruk, puing-puing beton dan material bangunan langsung menjatuh ke lantai bawah, menimbulkan terjebaknya puluhan santri di dalam reruntuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari