- Halim Kalla ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTU 1 Kalimantan Barat.
- Adik Jusuf Kalla ini pernah tercatat menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014.
- Semasa menjabat sebagai anggota dewan, terungkap berapa total harta kekayaan Halim Kalla dalam LHKPN.
6. Tanah & Bangunan seluas 38 m2 & 72 m2, di Kota Makassar, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan tahun -, NJOP Rp151.836.000
7. Tanah & Bangunan seluas 105 m2 & 152 m2, di Kota Makassar, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan tahun 2008, NJOP Rp272.270.000
8. Tanah & Bangunan seluas 81 m2 & 220 m2, di Kota Jakarta Selatan, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan tahun 2008, NJOP Rp816.269.000
9. Tanah & Bangunan seluas 1.139 m2 & 621 m2, di Kota Pare-Pare, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan dari tahun 1990 sampai dengan 1995 NJOP Rp571.584.000
B. Harta Bergerak
a. Alat Transportasi dan Mesin Lainnya Rp925.000.000
1. Mobil merk Toyota Estima, tahun pembuatan 2008, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan tahun 2008 nilai jual Rp400.000.000
3. Mobil merk Ford Ranger, tahun pembuatan 2007, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan tahun 2007 nilai jual Rp175.000.000
3. Mobil merk VW Golf, tahun pembuatan 2006, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan tahun 2006 nilai jual Rp350.000.000
Baca Juga: Jusuf Kalla Berapa Bersaudara? Adiknya Halim Kalla Jadi Tersangka Korupsi PLTU
b. Peternakan, Perikanan, Perkebunan, Pertanian, Kehutanan, Pertambangan, dan Usaha Lainnya -
c. Harta Bergerak Lainnya -
C. Surat Berharga Rp11.980.000.000
D. Giro dan Setara Kas Lainnya Rp48.000.000
E. Piutang -
Untuk saat ini, data kekayaan terbaru Halim Kalla tidak diketahui publik. Pasalnya, ia tidak lagi menjabat sebagai pejabat negara, sehingga tidak lagi diwajibkan untuk melaporkan hartanya melalui LHKPN.
Sebagai informasi, Halim Kalla lahir di Ujung Pandang pada 1 Oktober 1957. Ia bukan nama baru di dunia bisnis dan politik Indonesia.
Halim Kalla dikenal sebagai pengusaha tangguh yang bisnisnya mampu bertahan dari hantaman krisis moneter 1998.
Di luar parlemen, ia tercatat sebagai Direktur Utama Intim Wira Energi dan Direktur PT BRN, perusahaan yang kini terseret dalam kasus korupsi PLTU.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
4 Body Serum Efek Tone Up Bikin Kulit Lebih Cerah, Harga Murah Rp30 Ribuan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah
-
Bongkar 30 Pelanggaran Hukum! Tim Hukum Febrie Optimis Menang Praperadilan
-
Airlangga Sebut Deal Tarif RI-AS Belum Diratifikasi: Ada Masalah, Soal Kerja Paksa Sudah Beres
-
Orang Asing Jadi Bos, Deretan Jajaran Komisaris dan Direksi DSI
-
6 Warna Dompet Pembawa Hoki dan Rezeki Melimpah menurut Feng Shui
-
Geger Korupsi di Unsoed, Mahasiswa Tuntut Hapus Praktik 'Titipan' di Jalur Mandiri
-
Malaysia: Indonesia Buka Wilayah Udara ke Pesawat Malaysia untuk Operasi Hujan Buatan
-
Puncak Arus Balik Maulid Nabi, Jakarta Bakal Diserbu 35 Ribu Penumpang Kereta