Suara.com - Pihak perwakilan sekaligus alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, M. Zainal Abidin meminta maaf terkait peristiwa ambruknya bangunan mushola yang menimpa ratusan santri, pada Senin (23/9/2025), lalu.
Data akhir operasi mencatat, 171 korban yang terdiri 104 santri selamat dan 67 orang meninggal dunia (termasik 7 potongan tubuh).
Ketua alumni Pondok Pesantren Al Khoziny, KH Zaenal Abidin, melalui keterangan resminya menyampaikan duka cita atas meninggalnya para santri dalam insiden memilukan tersebut.
”Pertama menyampaikan innillahi wa inna ilaihi rojiun, turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya para kader istimewa, santri -santri kami, kami yakin bahwa mereka meninggal dunia dalam kondisi thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu),bersuci dalam keadaan solat. Kami berani bersumpah mereka khusnul khotimah,” ujar M. Zainal Abidin kepada awak media.
Masih dalam kesempatan yang sama, Zainal Abidin juga meyatakan bahwa pihak pesantren akan terus memberikan dukungan terhadap pada korban terutama korban yang meninggal dalam kejadian robohnya bangunan mushola ponpes.
Tak hanya permintaan maaf dan bela sungkawa, Zainal Abidin menjelaskan bahwa para korban yang meninggal akan diumrah ba’dalkan oleh alumni ponpes Al Khoziny yang saat ini berdomisili di Mekkah.
”Sekali lagi kami mohon maaf mana kala perjalanan ini banyak hal yang kurang berkenan di hati masyarakat. Oleh karenanya kami juga memberikan hadiah support kepada korban khususnya yang meninggal dunia kami ba’dalkan umroh karena banyak alumni-alumni yang berdomisili di Mekkah sehingga kita data orangnya dan kita umrohkan mereka. Sampai hari ini kita lakukan,” sambungnya.
Pelaksanaan Badal Umrah oleh Alumni Ponpes Al Khoziny
Ikatan Santri Alumni Al Khoziny (Is-Aluny) yang berdomisia di Arab Saudi telah melaksanakan Badal Umroh sebagai penghormatan, doa, serta kepedulian terhadap para santri Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, yang wafat karena insiden runtuhnya mushala pesantren.
Baca Juga: Bukan Takdir, Konten Kerator Ini Bongkar Dugaan Kelalaian Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny
Pelaksanaan badal umrah sendiri tidak hanya dilakukan oleh belasan alumni santri Al-Khoziny di Arab Saudi saja. Namun juga diikuti oleh Gus Ahmad Fatoni, putra Pengasuh Pesantren Al Khoziny, KH Abdul Mu'id, yang kini tengah menimba ilmu di Kota Suci, Mekkah.
Badal umrah untuk santri Al Khoziny belum tuntas, ada beberapa santri lainnya yang masih dalam proses. Sementara itu, para alumni juga terus menunggu data tambahan dari pihak keluarga santri lain, terutama restunya.
Pelaksanaan badal umrah untuk orang yang sudah meninggal sendiri dilakukan melalui beberapa tahapan yang tertib serta sesuai syariat. Adapun pelaksanaan itu mulai dari:
- Penghimpunan Data Santri Korban (restu tertulis)
- Penunjukan Alumni Pelaksana Badal Umroh (ihram, thawaf, sa'i, sampai tahallul dengan membaca niat khusus Badal Umroh atas nama santri yang menjadi korban)
- Pemberian Dokumentasi atau Piagam.
Apa Itu Badal Umrah?
Dihimpun dari berbagai sumber, badal umrah dapat diartikan sebagai ibadah umrah ke Tanah Suci untuk menggantikan orang lain. Namun dengan catatan, sebelumnya ia sudah umrah untuk dirinya terlebih dahulu.
Biasanya, badal umrah akan dilakukan saat seseorang tidak bisa melaksanakan ibadah umrahnya sendiri lantaran sakit, usia lanjut, atau orang yang meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Bukan Takdir, Konten Kerator Ini Bongkar Dugaan Kelalaian Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny
-
Cak Imin Ditunjuk Prabowo Periksa Pesantren, Wakil Ketua DPR Cucun: Bukti Negara Hadir
-
Sesal Orang Tua Santri Korban Ponpes Roboh, Anak Sempat Tolak Balik Pesantren 2 Hari Sebelum Tragedi
-
Kementerian PU Akan Mulai Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny yang Ambruk, Berapa Perkiraan Biayanya?
-
Buntut Tragedi Ponpes Al Khoziny, Kementerian PU Audit Bangunan Pesantren Tua di Berbagai Provinsi
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Terpopuler: Dicopot Dedi Mulyadi, Gaji Kepala Samsat Soekarno Hatta Segini Tapi Kekayaannya...
-
5 Lipstik Lokal untuk Makeup Bold, Warna Intens Elegan dan Tahan Seharian
-
Mengapa Benjamin Netanyahu Mengubah Namanya? Ini Nama Asli PM Israel
-
Profil Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi
-
5 Parfum Ahmed Al Maghribi Termurah, Wangi Mewah ala Asia Tengah
-
6 Shio Paling Hoki pada 11 April 2026: Banjir Cuan di Akhir Pekan
-
5 Urutan Skincare Pagi Azarine Bright & Glow Booster untuk Mencerahkan Wajah Kusam
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Mirip Onitsuka Tiger, Harga Mulai Rp 100 Ribuan
-
Harga 4 Parfum Refill YSL, Wangi Mewah dan Tahan Lama
-
Harga Sabun Cuci Muka Barber Daily Berapa? 3 Tipe Facewash Terbaik Buat Pria