- Mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra menjadi korban pembullyan setelah meninggal dunia.
- Semasa hidup, Timothy dikenal sebagai sosok yang baik hati, tulus, cerdas dan aktif sebelum mengakhiri hidup.
- Namun di tengah kabar duka, sejumlah mahasiswa Unud justru merundung dan mengejak kematian almarhum hingga membuat publik geram.
Sejak beberapa waktu terakhir, Timothy berjuang untuk kesehatan mentalnya sebelum meninggal dunia.
Sayangnya, kisah kepergiannya diiringi dengan aksi tak pantas yang dilakukan sejumlah mahasiswa.
Dari pesan berantai yang beredar, terlihat obrolan grup yang menyepelekan dan menertawakan kematian mendiang. Bahkan sampai mengejek fisik korban.
Tindakan bullying dan sikap nir-empati tersebut menuai kecaman dari publik.
Adapun pelaku merupakan sejumlah mahasiswa Unud yang berasal dari beberapa fakultas. Enam di antaranya yang terlibat mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf via video yang diunggah di media sosial.
Pihak kampus merekomendasikan sanksi akademik berupa nilai D atau tidak lulus untuk semua mata kuliah semester berjalan, terhadap enam pelaku perundungan.
Para pelaku juga dipecat dari organisasi kemahasiswaan. Mereka yang mendapat sanksi akibat perundungan tersebut yakni:
1. Vito Simanungkalit, Mahasiswa FISIP Unud 2025 sekaligus Wakil Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra.
2. Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama, Mahasiswa FISIP sekaligus Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis, dan Pendidikan Himapol FISIP Unud.
Baca Juga: Mahasiswa Unud Bunuh Diri, Pesan Berantai Ungkap Bullying Menjijikkan!
3. Maria Victoria Viyata Mayos, Mahasiswa FISIP angkatan 2023 sekaligus Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra.
4. Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana, Mahasiswa FISIP 2025 sekaligus Wakil Kepala Departemen Minat dan Bakat Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra.
5. Putu Ryan Abel Perdana Tirta, Mahasiswa FISIP angkatan 2023 sekaligus Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP Unud.
6. Leonardo Jonathan Handika Putra, Mahasiswa sekaligus Wakil Ketua BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud angkatan 2022.
Dukungan Publik untuk Timothy
Doa dan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Timothy terus mengalir. Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas berkumpul di halaman FISP Unud untuk menggelar doa bersama mengenang Timothy pada Jumat (17/10).
Di media sosial, publik menunjukkan solidaritasnya dan menyuarakan agar pembully Timothy ditindak tegas, karena menilai sanksi dari kampus masih terlalu ringan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Ketua Komjak RI: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Pembawa Solusi, Bukan Sekadar Pengkritik
-
Prediksi Lini dan Skor Prancis vs Inggris: Siapa Berhak di Posisi Ketiga?
-
Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta
-
Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah
-
Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang
-
Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
-
Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap
-
Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni
-
Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah
-
Harga Rp24 Ribuan, Apakah Serum Anti Aging Viva Bagus Menurut Pengguna?