Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan dana senilai Rp20 triliun untuk program pemutihan BPJS Kesehatan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan program pemutihan BPJS ini sejalan dengan janji Presiden Prabowo Subianto.
Layaknya pemutihan pajak kendaraan, pemutihan BPJS berarti pemegang kartu bisa bebas dari tunggakan BPJS Kesehatan selama 24 bulan.
Namun demikian, tidak semua jenis kepesertaan bisa mendapatkan fasilitas pemutihan BPJS ini.
Syarat Dapat Pemutihan BPJS Kesehatan
Pemutihan BPJS berlaku untuk segmentasi tertentu sehingga tidak semua jenis kepesertaan akan menikmati karpet merah ini.
Peserta yang akan mendapatkan pemutihan BPJS Kesehatan dari Kemenkeu adalah sebagai berikut:
1. Peserta yang dahulu membayar iuran secara mandiri, namun kemudian berubah status menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.
2. Peserta yang terdata sebagai masyarakat tidak mampu atau miskin, dan masuk ke dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Meski terdengar sebagai angin segar, tapi ini masih dalam proses dan bergantung pada regulasi serta anggaran pemerintah.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Girang Tak Dilibatkan Urusan Utang Whoosh: Top!
Kendati begitu, pihak BPJS telah diwanti-wanti untuk melakukan perbaikan manajemen agar tidak terjadi defisit anggaran.
"Saya minta mereka untuk melakukan perbaikan pelaksanaanya di lapangan. Jadi yang bocor-bocor dibetulin. Terus kalau ada beli alat yang enggak perlu, dibereskan saja," papar Menkeu Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Ia juga menyarankan adanya penggunaan anggaran yang lebih efisien dengan memanfaatkan teknologi. Sebab Bendahara Negara baru mengetahui kalau BPJS Kesehatan memiliki sekitar 200 pegawai IT.
Dengan bekal ini, Purbaya menyarankan BPJS Kesehatan memiliki sistem IT berbasis teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia yakin penerapan teknologi itu bisa mengurangi beban operasional BPJS Kesehatan.
"Sehingga kalau ada standar yang clear yang di-run oleh sistem IT yang berbasis AI. Sehingga kalau ada kecurangan obatnya apa langsung di detect semua. Itu saya pikir nanti akan menarik ke depannya. Itu yang saya harapkan nanti bisa mengurangi operasi dari BPJS sehingga lebih efisien dan optimal," imbuhnya.
Purbaya juga mengungkapkan masih adanya inefisiensi BPJS Kesehatan. Ia mencontohkan, ada rumah sakit yang diharuskan memiliki alat ventilator. Menkeu menilai kalau alat itu dianggap sudah tidak efektif saat ini karena tak ada lagi kasus Covid-19. Hal inilah yang membuat iuran BPJS Kesehatan makin besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123