-
Saira Saima, Puteri Indonesia DKI Jakarta II 2022, nyaris menjadi korban penculikan oleh oknum pengemudi taksi online saat perjalanan dari Gambir ke Tanah Abang.
-
Ia berhasil menyelamatkan diri dengan melompat keluar dari mobil setelah pengemudi menyelesaikan perjalanan secara sepihak dan mengaku ingin mampir ke rumah saudara.
-
Melalui unggahan Instagram, Saira membagikan tips keamanan bagi pengguna taksi online agar lebih waspada dan siap menghadapi situasi mencurigakan.
Suara.com - Puteri Indonesia DKI Jakarta II 2022, Saira Saima, baru-baru ini mengalami insiden kurang menyenangkan ketika menggunakan jasa taksi online.
Berdasarkan kisahnya yang dibagikan melalui akun Instagram, Saira mengaku hampir diculik oleh oknum pengemudi taksi online. Beruntung, ia cepat tanggap sehingga berhasil menyelamatkan diri.
"Jadi perempuan harus jaga keamanan maksimal, creepy banget. Ketemu taxi online yang kelarin orderan duluan begini. Terakhir gini. Hampir diculik driver difabel dan lompat keluar mobil malem-malem," tulisnya, dikutip pada Rabu (29/10/2025).
Insiden bermula ketika Saima naik taksi online dari daerah Gambir, Jakarta Pusat. Sejak awal, ia sudah menaruh curiga kepada sang driver karena berani menyentuh tangannya saat mengembalikan kartu untuk membayar parkir.
Hingga si pengemudi mendadak menyelesaikan perjalanan, padahal mereka belum sampai di tempat yang dituju Saira, yakni Tanah Abang.
"Di sini nggak mau nethink (berpikiran buruk) karena udah agak megang tangan pas kasih dan balikin kartu. Nah, tiba-tiba si driver ini selesaiin perjalanan di area Gambir juga, padahal destinasi masih di Tanah Abang," sambungnya.
Saat Saira menanyakan alasannya, sang pengemudi berasalan bahwa ia berencana mampir ke rumah saudara terlebih dahulu sebelum mengantarkan Saira ke tempat tujuan.
"Aku nanya pake notes 'kok diselesaikan rutenya mas?'. Dia ketik di handphone-nya, 'aku tau jalannya kok kak'. Lah, aku bikin notes lagi, 'tapi kenapa harus dimatikan? Kan belum sampai ke tujuan?'" lanjutnya.
Saira melanjutkan, "Di sini udah deg-degan pegangin pintu mobil, unlock dan pegangin barang-barang karena rute dari Gmaps sudah melenceng."
Baca Juga: Harga Serba Naik, Tarif Transjakarta Ikut Naik? Ini Alasan Pemprov DKI!
Ketika si pengemudi mengatakan bahwa ia akan mampir ke rumah saudaranya lebih dulu, Saira langsung melompat keluar dari mobil.
"Detik itu, aku sentuh pundaknya agak kenceng pakai barangku biar dia agak pelan, dan aku langsung buka pintu mobil dan lompat ke jalan. Thank God landing dengan baik. Ssetelah 100 kali mikir dalam waktu singkat bakal kayak apa habis ini," ujarnya lagi.
Mobil tersebut sempat berhenti dengan kondisi pintu masih terbuka lebar. Lalu, pengemudi segera menancap gas, kabur dari situasi tersebut.
Rupanya, Saira sempat mengalaminya dua kali. Karenanya, ia pun berbagi pengalaman tersebut supaya tidak ada orang yang menjadi korban kejahatan para oknum pengemudi taksi online.
Saira juga memberikan sejumlah tips apa yang perlu dilakukan ketika menggunakan jasa taksi online yang ditengarai akan melakukan tindak kejahatan:
- Selalu jaga-jaga untuk teman-teman perempuan dan laki-laki
- Share track perjalanannya kalau sudah suspicious (curiga) sama driver dan rutenya
- Telepon anggota keluarga dan kerabat di perjalanan
- Kalau nggak bisa nelepon siapa-siapa, ala-ala nelepon pakai fake audio (audio palsu)
- Bawa self defense tools (alat untuk membela diri), kalau ada alarm lebih bagus
"Satu ini agak ekstrem, pernah lihat orang luar yang share: kalau rambut ada yang rontok atau bisa scratch kuku di area tertentu di online taxi bisa ninggalin jejak DNA kalau perlu," imbuh Saira.
Pada akhir unggahannya, Saira kembali menegaskan kepada warganet untuk selalu waspada agar tidak menjadi korban kejahatan oknum pengemudi taksi online.
"Jangan pernah setengah-setengah untuk jaga diri guys. Aku juga terus belajar dari pengalaman dan cerita siapapun. Mau dari brand apa aja, tetap jangan lengah. Keselamatan kita nomor satu, ada beberapa tips di dua slide terakhir yang aku share," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci