Suara.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap aksi peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara termasuk jenis Mimetic Violence. Hal tersebut pertama kali disampaikan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana.
Dalam keterangannya, Mayndra turut menguak enam nama tokoh serta ideologi yang ditulis oleh pelaku (siswa F) di permukaan airsoft gun. Adapun keenam tokoh itu antara lain:
1. Alexandre Bissonnete, pelaku penembakan di Quebec City pada 29 Januari 2017.
2. Luca Traini, pelaku penembakan enam migran asal Afrika di Kota Macerata pada Februari 2018.
3. Brenton Harrison Tarrant, pelaku penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru pada 15 Maret 2019.
4. Eric Harris, pelaku penembakan di SMA Columbine.
5. Dylan Klebold, pelaku penembakan di SMA Columbine.
6. Dylann Roof, pelaku penembakan di salah satu gereja di Amerika Serikat.
Masih menurut Mayndra, pelaku memperkenalkan figur-figur tersebut setelah tergabung dalam sebuah komunitas ekstrem yang diikutinya. Tak hanya itu, ia juga kerap mengunjungi situs-situs gelap yang berisi foto dan video kematian tragis hingga kecelakaan.
Baca Juga: Ikut Terluka hingga Tulis Pesan 'DIE', Pelaku Bom SMAN 72 Jakarta Sengaja Ledakkan Kepala Sendiri?
Meski demikian, Mayndra mengaskan, bahwa pelaku yang berstatus sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) tersebut tidak terlibat dalam jaringan teroris mana pun. Aksi nekat yang dilakukannya murni dari tindakan 'copycat' atau peniruan yang digagas dari inspirasi kekerasan.
Istilah baru dalam kasus ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara itu lantas menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat. Mengingat, pelaku yang masih anak-anak bisa terpengaruh setelah melihat kekerasan di dunia digital.
Lantas, apa itu Mimetic Violence? Temuan baru yang jadi perbincangan dalam kasus ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Pusat.
Apa Itu Mimetic Violence?
Dalam Encyclopedia of Philosophy, mimetic violence atau kekerasan mimetik adalah sebuah teori yang pertama kali dikembangkan oleh filsuf asal Prancis, René Girard. Girard menyatakan jika hasrat manusia untuk bertindak, termasuk kekerasan, tidak secara alami lahir dari diri sendiri, namun hasil dari proses imitasi pada orang lain.
Jadi sederhananya, seseorang tidak hanya akan meniru tindakan, tapi juga dapat meniru niat serta dorongan emosional di balik tindakan yang dilakukan orang lain. Kemudian, konflik dapat berkembang menjadi kekerasan massal apabila dorongan emosional itu tak terkendali.
Sementara, dalam teori yang digagas oleh ilmuwan biologi Inggris, Richard Dawkins. Istilah 'meme' untuk menyebut mimetic violence dalam buku The Selfish Gene, berasal dari bahasa Yunani mimesis (meniru). Dalam teori tersebut, 'meme' didefinisikan seperti gen di dalam biologi sebagai unit yang direplikasi, dan mengalami perkembangan terutama di era digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
-
Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
-
3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel
-
Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut
-
6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI