- Terduga pelaku F jalani operasi usai bom rakitan meledak di dekat kepalanya sendiri.
- Polisi temukan tujuh bom buatan tangan, dua di antaranya diledakkan di area masjid.
- Densus 88 dalami motif dan pengaruh digital setelah F pelajari perakitan bom dari internet.
Suara.com - Fakta baru terungkap di balik kasus ledakan bom di SMAN 72 Jakarta.
Berdasarkan hasil penyelidikan terbaru, F, pelaku yang berstatus Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH), diduga sengaja meledakkan bom rakitan di dekat kepalanya sendiri.
Akibatnya, ABH tersebut alami luka serius dan membuatnya harus menjalani operasi di rumah sakit.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa F mengalami luka berat saat meledakkan bom sumbu rakitan di area bank sampah sekolah.
Ledakan itu terjadi setelah yang bersangkutan terlebih dahulu meledakkan dua bom remote di area masjid sekolah.
"Jadi ledakan kedua, di lokasi pada saat yang bersangkutan ditemukan luka, ini menggunakan sumbu. Sehingga mengakibatkan luka di bagian kepala yang bersangkutan," ungkap Iman saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Foto yang sempat beredar memperlihatkan F tergeletak berlumuran darah dalam kondisi tak berdaya.
Di dekat tubuhnya ditemukan senjata mainan laras panjang dan pistol, serta selembar kertas bertuliskan 'DIE' yang diduga dibuat oleh F menggunakan darahnya sendiri.
Penyidik menduga F memiliki niat untuk meledakkan bom tersebut di dekat kepalanya, namun motif pasti di balik tindakan ekstrem ini masih dalam proses pendalaman.
Baca Juga: 'Tak Punya Tempat Curhat', Polisi Beberkan Latar Belakang Psikologis Pelaku Bom SMA 72 Jakarta
"Terkait motif atau maksud yang bersangkutan meledakkan itu di bagian kepalanya kami masih melakukan pendalaman, karena kami saat ini sedang mengedepankan pemulihan baik itu kesehatan maupun psikologis yang bersangkutan," jelas Iman.
F kini dilaporkan menjalani perawatan intensif dan operasi akibat luka di bagian kepala, sementara tim penyidik juga melakukan asesmen psikologis guna memastikan kondisi kejiwaan dan kemungkinan latar belakang motif dari aksinya.
Rakit Tujuh Bom
Insiden tersebut terjadi saat Salat Jumat digelar di Masjid SMAN 72 Jakarta.
Sejumlah 96 orang terdiri atas siswa dan guru mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Tim Densus 88 Antiteror Polri menemukan total tujuh bom rakitan di lokasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?