Suara.com - Roket New Glenn milik Blue Origin berhasil mengantarkan dua wahana antariksa NASA menuju Mars dalam peluncuran terbarunya, Kamis (13/11). Keberhasilan ini tidak hanya menandai uji besar pertama bagi roket raksasa milik Jeff Bezos tersebut, tetapi juga membuka babak baru dalam kompetisi industri antariksa komersial.
Mengutip dari The Guardian (13/11/2025), peluncuran berlangsung di Cape Canaveral Space Force Station, Florida, setelah sempat tertunda selama empat hari akibat cuaca buruk dan aktivitas badai matahari yang cukup intens.
Namun begitu cuaca mendukung, roket setinggi 98 meter itu melesat meninggalkan Bumi, membawa dua satelit kembar bernama Escapade yang akan memulai perjalanan panjang menuju Planet Merah.
Salah satu momen paling disorot dari peluncuran ini adalah keberhasilan Blue Origin mendaratkan kembali booster tahap pertama New Glenn di atas kapal tanpa awak, menandai pendaratan pertama yang sukses setelah kegagalan pada uji terbang perdana Januari lalu. Pada peluncuran awal, tahap pertama gagal mendarat karena mesin tidak menyala ulang sebagaimana mestinya.
Kali ini, proses pendaratan berjalan mulus. Booster terbawa turun dari ketinggian, lalu menjejak permukaan platform laut bernama Jacklyn, dinamai sesuai nama ibu Jeff Bezos. Sorak-sorai terdengar dari tim pengendali misi ketika roket berdiri tegak di atas kapal.
Blue Origin menyebut keberhasilan ini sebagai langkah penting menuju operasional roket yang dapat digunakan kembali, mirip dengan model yang sejak lama dikembangkan SpaceX. Dengan desain yang memungkinkan daur ulang hardware, perusahaan berharap biaya peluncuran bisa ditekan secara signifikan.
Mengutip CNN (13/11/2025), misi utama peluncuran ini adalah mengirimkan dua satelit kecil menuju orbit Mars. Escapade — singkatan dari Escape and Plasma Acceleration Dynamics Explorers, merupakan misi berbiaya rendah yang sepenuhnya dikelola oleh University of California, Berkeley.
Berbeda dari satelit pada umumnya yang langsung menuju planet tujuan, Escapade akan terlebih dulu “parkir” selama satu tahun di titik Lagrange 2, sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi. Titik gravitasi ini memungkinkan wahana bertahan dengan penggunaan bahan bakar minimal.
Di sini, kedua satelit akan menunggu hingga Bumi dan Mars berada pada posisi ideal, tepatnya pada 2026, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan bantuan gravitasi Bumi.
Baca Juga: Blok M Bangkit Lagi! Gubernur DKI Janjikan Sistem Parkir Satu Pintu, Minta Warga Naik Transum
Keduanya dijadwalkan memasuki orbit Mars pada 2027 dan mulai mengumpulkan data penting terkait atmosfer atas dan medan magnet planet tersebut. Ilmuwan Rob Lillis, pemimpin misi, menjelaskan bahwa data ini akan membantu memecahkan misteri bagaimana Mars kehilangan atmosfer tebalnya miliaran tahun lalu, aula sejarah yang membuat planet itu berubah dari hangat dan basah menjadi dingin dan kering seperti sekarang.
Lebih jauh, informasi dari Escapade juga akan digunakan untuk memahami tingkat radiasi yang harus dihadapi astronot dalam misi berawak ke Mars di masa depan.
New Glenn dinamai dari astronaut John Glenn, orang Amerika pertama yang mengorbit Bumi. Dengan ukuran lima kali lebih besar dari roket wisata antariksa Blue Origin, New Shepard, roket ini ditujukan untuk membawa muatan dan manusia ke orbit lebih jauh, termasuk misi bulan dan Mars.
Keberhasilan terbaru ini sekaligus menjadikan Blue Origin pesaing semakin kuat bagi SpaceX. Selama bertahun-tahun, perusahaan Elon Musk hampir tanpa pesaing dalam kemampuan peluncuran komersial berulang. Namun dengan booster New Glenn yang kini terbukti dapat mendarat, kompetisi diperkirakan makin ketat.
Situasi ini juga berdampak pada kebijakan NASA. Agensi tersebut sebelumnya memberikan kontrak pendaratan bulan pertama dan kedua kepada SpaceX melalui roket Starship. Namun karena progres yang dianggap terlalu lambat, NASA sempat membuka kembali peluang kompetisi, mendorong Blue Origin dan SpaceX untuk mempercepat pengembangan masing-masing.
Blue Origin sendiri telah mengantongi kontrak untuk pendaratan bulan ketiga dalam program Artemis. New Glenn juga dijadwalkan mengangkut prototipe pendarat bulan Blue Moon dalam beberapa bulan mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Kenapa Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Begini Asal-Usulnya
-
Cara Exfoliating Toner agar Kulit Tak Iritasi, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Aman untuk Pemula
-
Urutan Skincare Wardah Acnederm Pagi dan Malam untuk Atasi Jerawat dan Bekasnya
-
APPMI DKI: Isu BBM Naik Bikin Warga Menahan Belanja Baju Lebaran 2026 Lalu
-
5 Sunscreen Stick untuk Re-Apply saat Pakai Makeup, Cocok untuk Pekerja Kantoran
-
Kenalan sama Godzilla El Nino, Fenomena Iklim Dampaknya Sampai Indonesia?
-
7 Skincare Bengkoang untuk Mencerahkan Wajah, Kulit Glowing Mulai Rp6 Ribuan
-
Bolehkah Retinol dan Niacinamide Dipakai Bersamaan? Ini Panduannya
-
Bikin SKCK Bayar Berapa? Cek Biaya Resmi Terbaru dan Syarat Lengkapnya di Sini!
-
5 Risiko Melahirkan di Usia 40-an seperti Annisa Pohan, Ada Tantangan Fisik dan Mental