Timoer secara terbuka menuding Mangkubumi telah melanggar kesepakatan internal keluarga inti PB XIII, menjadikannya pihak yang dianggap mengkhianati wasiat atau persetujuan kekerabatan.
Kubu Purbaya juga meragukan keabsahan rapat tersebut. Timoer Rumbay menegaskan bahwa rapat yang menghasilkan penobatan Mangkubumi tidak dihadiri oleh mayoritas anak kandung PB XIII (kecuali Mangkubumi sendiri) maupun sebagian besar adik-adik kandung almarhum raja.
Hal ini menunjukkan bahwa konsensus keluarga besar yang diklaim sebagai dasar penobatan Mangkubumi masih cacat secara perwakilan. Oleh karenanya, Timoer memastikan acara Jumenengan Dalem Binayangkare Pakubuwana XIV untuk Gusti Purbaya akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
4. Merasa Dijebak?
Konflik ini semakin keruh dengan kesaksian Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, adik kandung almarhum PB XIII. Tedjowulan, yang berinisiatif mengadakan rapat, merasa dijebak dalam proses penobatan Mangkubumi.
Tujuan awalnya adalah mengumpulkan seluruh keluarga dan Sentana Dalem untuk menyepakati masa berkabung minimal 40 hari sebelum membahas suksesi takhta, demi menghormati mendiang raja.
Namun di tengah perembukan, agenda rapat mendadak berubah. Tedjowulan tiba-tiba diminta menjadi saksi pengikraran dan penobatan Mangkubumi sebagai Pangeran Pati. Pensiunan TNI ini mengaku tidak punya pilihan saat Mangkubumi bersimpuh (sungkem) di hadapannya untuk meminta restu.
Meskipun lisan telah memberikan restu sebagai seorang tua (pangestu), dia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu menahu mengenai agenda tambahan tersebut, merasa dipaksa menerima keputusan yang telah disusun di depannya.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Baca Juga: Kronologi Panas Perebutan Takhta Keraton Solo 2025, Siapa Raja Sebenarnya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI: BRI Bersama Danantara Terus Mendukung Ekonomi Rakyat, Termasuk UMKM
-
Meski 4 Pasar Rusak, Pemerintah Jamin Warga NTT Tak Kelaparan
-
Persija Masuk Fase Panas TC Thailand, Shin Tae-yong Mulai Tentukan Pemain Pilihan
-
HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat
-
Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib
-
Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan
-
Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi
-
RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun
-
Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia
-
HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri