- Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya.
- Pada Rabu, 19 November 2025, status gunung dinaikkan dari level Siaga menjadi Awas.
- Berikut tindakan yang perlu dilakukan pra, saat, dan pasca bencana erupsi gunung api.
Suara.com - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Rabu, 19 November 2025, status gunung dinaikkan dari level Siaga menjadi Awas.
Peningkatan status ini terjadi setelah erupsi yang berlangsung sekitar pukul 14.13 WIB. Awan panas guguran terpantau meluncur hampir 13 kilometer ke arah tenggara dan selatan.
Hingga malam hari, sekitar 300 warga tercatat mengungsi, dengan 200 orang berada di Balai Desa Oro-Oro Ombo dan 100 orang di SD 2 Supiturang.
Selain itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mencatat ada 178 pendaki di Ranu Kumbolo yang belum dapat dievakuasi setelah erupsi kemarin.
Berkaca dari bencana alam ini, berikut 7 tindakan penting yang harus dilakukan saat terjadi erupsi gunung api.
Tindakan saat Pra Bencana Erupsi
Melansir dari laman BPBD Jogja, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum terjadinya erupsi atau saat aktivitas gunung api meningkat.
- Memperhatikan arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait perkembangan aktivitas gunung api.
- Mempersiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi paparan debu vulkanik.
- Mengetahui jalur evakuasi serta shelter yang telah disiapkan oleh pihak berwenang.
- Mempersiapkan skenario evakuasi alternatif apabila dampak letusan meluas di luar prediksi ahli.
- Menyiapkan dukungan logistik, seperti makanan siap saji dan minuman, lampu senter dan baterai cadangan, uang tunai secukupnya, dan obat-obatan khusus sesuai kebutuhan.
Tindakan saat Bencana Erupsi
Ketika erupsi sedang berlangsung, hal-hal berikut wajib diperhatikan untuk menjaga keselamatan diri dan orang-orang di sekitar.
1. Pastikan kamu berada di shelter atau lokasi lain yang telah dinyatakan aman dari dampak letusan. Tempat perlindungan ini biasanya sudah dipilih berdasarkan evaluasi risiko, sehingga dapat meminimalkan paparan terhadap awan panas, abu vulkanik, maupun material pijar.
2. Gunakan masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko menghirup abu vulkanik yang dapat mengganggu pernapasan dan menyebabkan iritasi mata. Abu vulkanik memiliki partikel halus yang berbahaya, terutama bagi anak-anak, lansia, serta individu dengan riwayat gangguan pernapasan.
Baca Juga: 7 Fakta Gunung Semeru Terkini Kamis Pagi, Status Darurat Tertinggi
3. Selalu mengikuti arahan dan informasi terbaru dari pihak berwenang selama berada di shelter. Informasi resmi sangat penting untuk mengetahui kondisi terkini, area yang harus dihindari, serta instruksi evakuasi tambahan jika situasi memburuk. Hindari menyebarkan atau mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya agar tidak menimbulkan kepanikan.
Tindakan Pasca Bencana Erupsi
Setelah erupsi mereda, beberapa tindakan berikut perlu dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
1. Jika harus tinggal lebih lama di shelter, pastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan anak-anak maupun remaja memperoleh pendampingan untuk mengurangi stres.
2. Tetap gunakan masker dan kacamata pelindung ketika berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
3. Selalu memperhatikan informasi terbaru dari pihak berwenang melalui radio atau pengumuman resmi.
4. Waspadai potensi bahaya susulan berupa banjir lahar dingin akibat hujan deras yang membawa material vulkanik dari hulu ke hilir. Perhatikan kondisi kiri dan kanan aliran sungai untuk mengantisipasi luapan lahar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
5 Rekomendasi Merek Sneakers Lokal untuk Kaki Besar, Ada yang Punya Size sampai 47
-
6 Rekomendasi Tas untuk Tektok Gunung, Merek Lokal Mulai Rp100 Ribuan
-
5 Sepatu Eiger untuk Hiking dan Aktivitas Harian dengan Material Breathable
-
Tak Sekadar Promo, Begini Strategi Ritel Dekat dengan Generasi Muda Lewat Digital
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Senyaman Hoka Clifton untuk Long Run
-
6 Rekomendasi Sabun Mandi Pemutih Badan yang Aman dan Sudah BPOM, Bisa Dipakai Setiap Hari
-
Terpopuler: Warna Lipstik yang Cocok Buat 50 Tahun ke Atas hingga Sampo Penghitam Uban Paling Ampuh
-
5 Rekomendasi Sepatu Trail Running Lokal: Aman Dipakai Naik Gunung, Keren buat Nongkrong di Cafe
-
Saham Tidur dan Cerita di Baliknya: Pelajaran Investasi untuk Anak Muda
-
Bordir dan Upaya Daur Ulang Pakaian di Tengah Tren Fesyen Berkelanjutan